![]() |
| High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Utara (Sumut) di Aula Raja Inal Siregar, Medan, Jumat (6/2/2026). |
Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi seluruh kepala daerah di Sumut untuk menyamakan strategi dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriyah.
Rapat dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda serta kepala daerah se-Sumut.
Dalam arahannya, Gubernur Sumut Bobby Nasution mengingatkan para kepala daerah untuk waspada terhadap lonjakan permintaan barang kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Bobby menekankan agar pasokan pangan lokal diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam provinsi sebelum dikirim ke luar daerah.
"Jaga betul barang-barangnya, seluruh wilayah di Sumut sama-sama puasa, semua meningkat kebutuhan bahan pokoknya. Daerah lain sering meminta supply bahan pokok dari kita, jangan sampai kita kekurangan dan harga-harga jadi naik di daerah kita sendiri," ujar Bobby.
Bobby juga mendorong pemanfaatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk membeli langsung hasil pertanian dengan harga kompetitif, sehingga komoditas strategis seperti cabai, bawang merah, daging, telur, dan ayam tetap terjaga di Sumut.
Merespons arahan tersebut, Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih, menyatakan pihaknya mendukung penuh langkah-langkah pengendalian inflasi yang telah disepakati bersama.
"Kami di Tebingtinggi berkomitmen menjaga stabilitas harga bahan pokok, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri. Ini bukan hanya soal angka inflasi, tetapi soal kesejahteraan masyarakat," ujar Irdian usai pertemuan.
Irdian mengatakan Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi akan memperkuat koordinasi dengan TPID Sumut, termasuk melalui pelaksanaan pasar murah di lokasi yang tepat sasaran.
Menurutnya, langkah ini penting agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari program pengendalian inflasi.
"Pasar murah harus hadir di tengah masyarakat, di pasar tradisional, bukan hanya di kantor pemerintahan. Dengan begitu, dampaknya langsung dirasakan warga," katanya.
Selain itu, Irdian menekankan perlunya kerja sama lintas sektor dalam menjaga distribusi bahan pokok. Dia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan BUMD akan menjadi kunci dalam memastikan harga tetap stabil.
"Pengendalian inflasi adalah kerja bersama. Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri, perlu dukungan semua pihak agar masyarakat tidak terbebani oleh lonjakan harga," ungkapnya.
Dalam HLM tersebut, disepakati 6 poin road map pengendalian inflasi menjelang Ramadan dan Idulfitri, termasuk peningkatan frekuensi pasar murah, penambahan pasokan daging, pengendalian tarif transportasi dan distribusi, serta kerja sama dengan SPPG untuk diversifikasi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dengan adanya komitmen bersama ini, Irdian berharap masyarakat dapat menjalani Ramadan dan Idulfitri dengan tenang tanpa khawatir terhadap lonjakan harga kebutuhan pokok.
"Stabilitas harga adalah bentuk perlindungan nyata bagi masyarakat. Kami akan terus berupaya agar Tebingtinggi menjadi kota yang responsif terhadap kebutuhan warganya," ujar Irdian.
Turut hadir dalam HLM TPID tersebut, Wakil Gubernur Sumut Surya, Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, Kajati Sumut Harli Siregar, Wakil Ketua DPRD Sumut Salman Alfarisi, Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap, seluruh kepala daerah kabupaten/kota se-Sumut dan OPD terkait Pemprov Sumut dan kabupaten/kota.
Turut mendampingi Wali Kota Tebingtinggi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Reza Aghista, Kadis Ketapang dan Pertanian Iboy Hutapea, Kadis Perdagangan, Koperasi, dan UKM Marimbun Marpaung, dan Kabag Prokopim Setdako Faisal Ahmad. (Red)

