![]() |
| Suasana pasca kereta api tabrak mobil Avanza di Kota Tebingtinggi. |
Dalam peristiwa ini, 8 orang penumpang mobil Avanza dikabarkan tewas dan 1 orang mengalami kritis. Para korban dibawa ke RS Bhayangkara Tebingtinggi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, kecelakaan bermula saat mobil Avanza BK 1657 ABP datang dari arah Sei Sigiling menuju Bagelen.
Saat melintasi rel kereta api tanpa palang, bersamaan melaju Kereta Api Sri Bilah Utama dari arah Rantau Prapat menuju arah Kota Medan.
Disitulah, kereta api menabrak mobil Avanza tersebut, sehingga mobil terseret sekitar 20 meter.
Warga sekitar lokasi sempat memberikan peringatan kepada supir mobil Avanza. Namun, peringatan tersebut diduga tidak terdengar sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.
"Tadi kami sudah teriak, tapi sepertinya tidak terdengar, akhirnya mobil ditabrak," ujar warga bernama Supriadi.
Delapan orang penumpang dikabarkan tewas di lokasi kejadian, sementara satu orang lainnya mengalami luka parah dan dalam kondisi kritis.
Proses evakuasi korban berlangsung dramatis karena para korban terjepit di dalam badan mobil yang rusak parah.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa ini, termasuk identitas para korban. (Red)
