Notification

×

Korban Banjir Jarah Minimarket, Wagubsu Sebut Logistik Cukup tapi Akses Sulit

Minggu, 30 November 2025 | 14:51 WIB Last Updated 2025-11-30T08:35:31Z
Wakil Gubernur Sumatra Utara, Surya (tengah) saat menerima bantuan kemanusiaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Detik.com)
MEDAN (Kliik.id) - 
Rekaman video yang memperlihatkan puluhan orang menjarah salah satu minimarket viral di media sosial.

Peristiwa itu disebut terjadi di Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara yang tengah terjadi bencana banjir bandang dan longsor.

Menanggapi hal ini, Wakil Gubernur Sumatra Utara, Surya menyebut bantuan logistik dari pemerintah mencukupi. Namun, kata dia, akses menuju lokasi bencana yang masih sulit.

"Sebetulnya ada informasi seperti itu tapi mudah-mudahan itu enggak sampai fatal. Karena pemerintah ini baik dari pusat maupun daerah provinsi itu logistik itu cukup cuma mau menyampaikan ke sana itu yang belum bisa," ujar Surya dilansir dari Detik.com, Minggu (30/11/2025).

Surya juga mengakui saat ini bantuan logistik masih belum sampai kepada korban terdampak bencana secara menyeluruh. Hal ini, kata dia karena jalur yang terdampak banjir dan longsor.

"Ya saya yakin masih belum (menyeluruh). Karena lokasi, enggak bisa tembus dia, sedangkan komunikasi saja sekarang masih agak sulit. Tapi baik pusat atau daerah masih terus di lapangan," ujar Surya.

Surya mengatakan, saat ini pengiriman bantuan yang dilakukan pemerintah harus mengambil jalur alternatif. Dia menyebut saat ini bantuan yang dikirimkan sudah mengarah ke Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah.

"Maka pengiriman bantuan saat ini mengambil jalur ke arah Subulussalam. Sekarang kalau enggak salah menurut informasi sudah arah ke Sorkam. Jadi kalau dari (jalur) yang normal udah enggak bisa. Itupun kendaraannya kecil. Jadi kita bawa mobil box yang kecil untuk mengangkat itu. Sekarang posisi jalan. Tapi menurut informasi sudah mendekati lokasi," tambahnya.

Surya mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar. Karena, kata dia, bencana banjir dan longsor yang menimpa Sumut merupakan musibah.

"Pemerintah itu sudah hadir, bupati sudah siang malam pagi sore, gubernur siang malam pagi sore demi untuk masyarakat. Jadi kalau memang belum bisa teratasi, memang karena bencana tahun ini memang luar biasa. Jadi mohon untuk bisa bersabar, tenang, mudah-mudahan bisa secepatnya teratasi," pungkasnya.

Sebelumnya, dari rekaman video yang beredar, terlihat puluhan orang berbondong-bondong memaksa masuk ke satu minimarket lalu mengambil sejumlah barang yang ada di dalamnya.

Setiap orang yang keluar dari dalam minimarket tersebut selalu membawa sesuatu barang yang diduga berisi makanan.

Peristiwa penjarahan ini diduga karena masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor belum juga mendapat bantuan logistik sementara stok makanan di area yang terdampak banjir sudah habis, sehingga terpaksa menjarah beberapa minimarket.

"Betul, hancur sekali disini, sembako kosong, rumah warga banyak yang hanyut terbawa banjir," seorang warga Tapteng, Aswan, Sabtu (29/11/2025).

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan membenarkan video penjarahan tersebut berada di Kabupaten Tapanuli Tengah.

"Itu ditangani Polres Tapanuli Tengah," ujar Ferry.

Untuk waktu kejadian penjarahan minimarket tersebut diduga sebelum datangnya bantuan logistik yang dikirim lewat udara.

"Kalau kejadiannya, sepertinya kemarin," katanya. (Detikcom)
×
Berita Terbaru Update