Notification

×

Iklan

GERCEP, Langkah-Langkah Strategis Pj Wali Kota Dimiyathi Cegah Inflasi di Tebingtinggi

Jumat, 07 Oktober 2022 | 09:49 WIB Last Updated 2022-10-07T06:06:08Z
Pj Wali Kota Tebingtinggi, Muhammad Dimiyathi.
TEBINGTINGGI (Kliik.id) - 
Dalam menyikapi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan naiknya inflasi karena daya beli masyarakat menurun, Pj Wali Kota Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi melakukan gerak cepat melakukan beberapa langkah-langkah strategis.

Beberapa kebijakan yang dilakukan Dimiyathi adalah terjalinnya komunikasi dan kerjasama yang baik dengan stakeholder yang ada, seperti Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) yang terus melakukan sekaligus pemantauan kenaikan sejumlah kebutuhan pokok yang berakibat pada naiknya laju inflasi di Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara.

Tercatat pada bulan Agustus 2022, bahwa angka inflasi di Kota Tebingtinggi menurun menjadi 0,79 persen. Jadi untuk menekan angka inflasi di Kota Tebingtinggi butuh kerjasama yang baik di TPID, seperti melakukan pemantauan terhadap gejolak ekonomi selama kenaikan BBM.

"Saat ini Kota Tebingtinggi IHK nya masih di bawah Kota Pematang Siantar, jadi butuh kerja keras untuk menekan inflasi. Dengan adanya kebijakan kebijakan dari pemerintah pusat seperti bantuan sosial tunai atau BLT, akan mampu menekan angka kenaikan inflasi, karena daya beli masyarakat meningkat," ujar Dimiyathi.

Dalam merumuskan kebijakan strategis, menurut Dimiyathi, pengaktipan Satgas Pangan di Kota Tebingtinggi perlu dilakukan, karena Satgas pangan yang ada harus aktif dalam melaporkan ketersedian komoditi pokok kebutuhan yang dibutuhkan warga setiap hari kepada Kepala Daerah dan selanjutnya hasil pengawasan monitoring sejumlah komoditi akan dilaporkan kepada Pemerintah Provinsi.

"Kita juga akan melaporkan kepada pihak Kemendagri. Laporan terkait ketersediaan kebutuhan komoditi dan ketersediaan komoditi pangan. Pengecekan langsung harus juga dilakukan oleh TPID ke lapangan, bagaimana supply kebutuhan pokok yang ada, agar tidak terjadi kelangkaan komoditi dan penyebab apa yang terjadi di lapangan agar tidak ada kepentingan sepihak untuk mengambil keuntungan dengan kenaikan harga BBM yang berimbas pada kenaikan komoditi pokok," kata pria kelahiran 15 Oktober 1968 ini.

Dalam menyikapi krisis energi, lanjut Dimiyathi, Pemko Tebingtinggi juga telah melakukan kebijakan untuk menghimbau warga agar tetap melakukan penghematan listrik di rumah, karena dengan masyarakat menghemat akan menjadi keuntungan sendiri, untuk biaya pembayaran bisa ditekan dan pemerintah akan bisa menghemat biaya pengeluaran.

"Warga Kota Tebingtinggi perlu mensosialisasikan penghematan energi seperti pemakaian listrik di rumah, contoh penghematan tersebut seperti mematikan Air Condisioner (AC) jika tidak diperlukan, mengatur jam pemakaian AC. Lain lagi, mematikan lampu yang tidak berguna serta mencabut wayar tersambung di barang-barang elektronik seperti televisi, rice cooker dan barang elektronik lainnya," ujar ayah 2 anak ini.

Jadi, kebijakan untuk menekan angka inflasi, pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat untuk menanam berbagai komoditi dengan gerakan tanam pangan cepat panen seperti cabe dan bawang. Dalam hal ini masyarakat bisa memanfaatkan halaman rumah yang dijadikan pertanian kota dengan sistem tanaman cepat panen.

"Dengan adanya program ini, kita mampu memperdayakan masyarakat untuk bisa produktif dalam pemenuhan kebutuhan rumah tangga akan sayur mayur. Dalam menggalakkan program gerakan tanam pangan cepat panen kepada masyarakat akan mendukung pemerintah dalam menekan angka inflasi. Kepada PKK Kelurahan juga diharapkan produktif dalam mengembangkan sistem tanam cepat panen, semua itu butuh inisiasi dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas di semua kelurahan yang ada di Kota Tebingtinggi," jelas pria bersahaja ini.

Bukan gerakan tanam pangan cepat panen saja yang akan dilakukan oleh Pemko Tebingtinggi kepada masyarakat, tetapi dalam menekan angka inflasi di Kota Tebingtinggi butuh kerjasama dengan daerah lain, seperti dalam hal hasil sektor pangan yang berlebih atau surplus, maka daerah yang kekurangan akan membeli dari daerah penghasil.

Untuk potensi kerjasama antar daerah bisa dilakukan dengan kesepakatan bersama dalam penanganan komoditi pokok seperti ketersedian pasokan pangan seperti beras, dimana Kota Tebingtinggi bisa menjalin kerjasama dengan Kabupaten Serdang Bedagai sebagai sentra penghasil beras dan juga bekerjasama dengan Pemkab Simalungun sebagai sentra komoditi sayur mayur, cabai dan lainnya.

"Jadi, dalam menekan angka inflasi juga dibutuhkan penanganan dan pengamanan program bantuan dari pemerintah kepada masyarakat, maka dengan itu kita harus meningkatkan jaring pengaman sosial (JPS) kepada masyarakat seperti anggaran bantuan sosial, anggaran belanja tidak terduga, relokasi anggaran DAU dan bantuan sosial dari pusat seperti bantuan subsidi pemerintah BLT BBM dan sembako yang dilaksanakan di Kantor Pos Kota Tebingtinggi," katanya.

Pj Wali Kota Tebingtinggi Gerakkan Tanam Cepat Panen

Dalam keseriusannya dalam menekan inflasi, Dimiyathi mengikuti kegiatan Tanam Cabai dan Bawang Bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Maju Bersama, Kelurahan Pinang Mancung, Kecamatan Bajenis, Senin (3/10/2022).

Penanaman cabai merah dan bawang merah bersama ini juga diikuti Kapolres Tebingtinggi AKBP M Kunto Wibisono, Ketua TP PKK Ny Harliaminda Dimiyathi, Plt Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumut Hj Lusyantini, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumut Doddy Zulverdi, Anggota DPRD Tebingtinggi Zainal Arifin Tambunan, Danramil 13 Kapten Inf Budiono serta Kadis Ketahanan Pangan (Ketapang) dan Pertanian Kota Tebingtinggi Marimbun Marpaung.

Menurut Dimiyathi, kegiatan penanaman cabai merah dan bawang merah ini dilakukan berdasarkan instruksi Presiden Jokowi dalam rangka pengendalian inflasi.

"Salah satu instruksi dari Bapak Presiden adalah melakukan penanaman tanaman cepat panen. Maka inilah yang sedang kita laksanakan hari ini," ujar Dimiyathi.

"Kondisi hari ini mungkin harganya masih bisa stabil. Kita kejar tanaman cepat panen sampai bulan Desember, karena fenomena yang selalu terjadi di Kota Tebingtinggi, ketika menjelang hari-hari besar keagamaan, harga-harga bahan pokok ini naik," sambungnya.

Kepada Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tebingtinggi, Dimiyathi berharap agar kegiatan ini jangan hanya terpusat di Kelurahan Pinang Mancung.

"Kita ini kota, lahan kita terbatas. Jadi Dinas Ketahanan Pangan juga bersinergi dengan Tim Penggerak PKK misalnya, ini bangkitkan kembali yang namanya urban farming," katanya.

Selain memang untuk meningkatkan kesejahteraan petani dengan tanaman cepat panen ini, juga untuk pengendalian inflasi dan untuk memenuhi konsumsi pangan di Kota Tebingtinggi.

"Kepada Gapoktan Maju Bersama kami ucapkan terimakasih atas penanaman bersama tanaman pangan cepat panen yang kita laksanakan hari ini," jelas Dimiyathi. (Rls)
×
Berita Terbaru Update