Notification

×

Iklan

Dinas Kehutanan Sumut Investigasi Lahan Konflik di Desa Perbangunan Asahan

Sabtu, 15 Oktober 2022 | 13:48 WIB Last Updated 2022-10-15T17:06:41Z
Tim Dinas Kehutanan Sumut turun investigasi ke lahan konflik di Desa Perbangunan, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan.
ASAHAN (Kliik.id) - 
Hutan Tanaman Rakyat (HTR) di Desa perbangunan, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut), yang sempat terjadi konflik dan mendapat sorotan dari berbagai pihak, dikunjungi oleh Dinas Kehutanan Provinsi Sumut, Jumat (14/10/2022) pukul 10.00 WIB.

Tim Dinas Kehutanan sampai ke Desa Perbangunan dengan mengendarai mobil roda empat dan dilanjutkan dengan menggunakan perahu tongkang pengangkut TBS (Tandan Buah Segar) kelapa sawit milik petani setempat menuju lokasi HTR yang dikelola Koperasi Tani Mandiri yang diketuai oleh H.M Wahyudi.

Tim merasa kecewa pihaknya tidak dapat bertemu dengan Wahyudi dengan alasan yang tidak diketahui. Seharian tim gabungan Dinas Kehutanan Provinsi Sumut turun cek lokasi dan meminta keterangan dari peserta kelompok tani yang ditemui di lokasi.

Adapun yang dipertanyakan yakni minimnya jumlah pohon tanaman yang mestinya ada yakni antara lain, durian 8000 batang, jengkol 2000 batang, aren 3000 batang, matoa 1000 batang, karet 6000 batang sesuai berita acara serah terima bibit Nomor BA 301/BPDASHL AB-4/2017.

Hasil pemantauan ini juga disaksikan oleh Mariel Situmorang selaku mantan Kepala Dusun XIV dan aparat desa yang turut membagikan lahan-lahan tersebut sebagai tanah pancangan kepada masyarakat.

Selain itu, hadir dua orang anggota Koperasi Bangun Tani Sejahtera (KBTS) yang diutus oleh Ketua KBTS Budiman Nainggolan.

Setelah tim melihat kondisi di lapangan, tidak ditemukan pohon-pohon yang disebutkan, malah menemukan beberapa pohon sengon yang berumur sekitar 2 tahun, sebatang pohon kemiri yang menurut petani berumur sekitar 4 tahun dan sisanya adalah tanaman kelapa sawit yang semestinya tidak sesuai peruntukannya ditanam pada lokasi yang diklaim sebagai areal HTR.

Dalam kesempatan itu, tim banyak mendapat keterangan dari seorang wanita dengan panggilan mak Marta. Tim juga bertanya bahwa adakah rencana petani disini beralih tanaman sawit dengan tanaman lain?

Marta menjawab ringan. "Ada lah pak," katanya.

Tim bertanya kembali. "Tanaman apa itu bu?".

Marta menjawab, "Tanaman padi pak,".

Pada kesempatan lain, tim bertemu dengan Budiman Nainggolan untuk menggali informasi yang diperlukan.

Budiman berharap hadirnya negara dalam permasalahan yang tak kunjung selesai ini agar kiranya lahan masyarakat segera dikembalikan kepada pemiliknya sesuai alas hak yang dimiliki masing-masing pemilik lahan.

"Karena masyarakatlah yang mengusahai lahan-lahan itu selama ini dengan menanam pohon kelapa sawit dengan rasa yang tentram, aman dan damai, tidak pernah merasa terganggu dari pihak manapun," ujarnya.

Menurut Budiman, masyarakat dapat beraktifitas dengan normal sebelum kelompok Koperasi Tani mandiri hadir dengan mengaku sebagai pengelola kawasan hutan dengan ijin HTR.

Melalui tim yang turun ke lokasi konflik yang dipimpin oleh Erizar Pasaribu, Budiman juga menyampaikan ucapan terima Kasih dan sangat mengapresiasi atas atensi dan respon cepat dari Kepala Dinas Kehutanan Sumut dalam menanggapi pengaduan masyarakat.

"Terbukti beliau (Kepala Dinas) langsung menurunkan tim ke lokasi konflik untuk investigasi," katanya.

Tim mengaku akan menampaikan hasil investigasi dan temuan di lapangan kepada Kepala Dinas Kehutanan Sumut di Medan. (Rls)
×
Berita Terbaru Update