Notification

×

Iklan

Tertangkap di Bandara Kualanamu, Polda Sumut Pindahkan 211 PMI Ilegal ke Asrama Haji

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 18:47 WIB Last Updated 2022-08-13T17:51:47Z
Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak berbincang dengan para PMI ilegal yang diamankan dari Bandara Kualanamu.
MEDAN (Kliik.id) - 
Polda Sumatera Utara (Sumut) berencana memindahkan 211 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal yang diamankan ke Asrama Haji, Jalan AH Nasution, Kota Medan.

Hal itu dilakukan usai Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak melihat kondisi PMI ilegal di Gedung Subdit IV Renakta Dit Reskrimum Polda Sumut, Sabu (13/8/2022).

"Perintah Kapolda dipindahkan ke Asrama Haji agar para PMI ini mendapat tempat yang lebih baik. Tadi Pak Kapolda dan Gubernur sudah berkoordinasi," ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, Sabtu (13/8/2022) sore.

Menurut Hadi, penyidik Subdit IV Renakta Dit Reskrimum Polda Sumut dan BP3MI terus melakukan pemeriksaan terhadap dokumen-dokumen milik 211 PMI ilegal yang rencananya akan bekerja ke Kamboja tanpa izin resmi.

Hadi mengungkapkan, pemindahan terhadap para pekerja ilegal ke Asrama Haji melibatkan Dinas Sosial (Dinsos) Sumatera Utara.

"Tujuan diamankannya para pekerja ini untuk menyelamatkan mereka," ungkapnya.

Disinggung mengenai motivasi para pekerja itu, Hadi mengatakan pekerja asal Indonesia itu dijanjikan untuk bekerja di Kamboja. Kendati demikian kasus PMI ilegal ini masih dalam penyelidikan.

"Sejauh ini mereka cukup kooperatif memberikan penjelasan setelah ditemui Kapolda Sumut. Intinya, Polda Sumut ingin menyelamatkan mereka dari tindakan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab yang memberikan pekerjaan di luar negeri tanpa kelengkapan dokumen," katanya.

Hadi menambahkan, 211 PMI ilegal itu diamankan dari Bandara Kualanamu setelah bekerjasama dengan Imigrasi, Jumat (12/8/2022) sekira pukul 14.00 WIB. Para pekerja mencarter pesawat Lion Air untuk berangkat ke Kamboja.

"PMI yang diamankan itu berasal dari sejumlah provinsi, yakni Sumut, Jakarta, Kalimantan, Manado serta lainnya," pungkasnya. (Rls)
×
Berita Terbaru Update