Notification

×

Iklan

SMSI Sumut Optimis Sekdaprovsu Baru Mampu Perkuat Gaya Komunikasi Gubsu Edy

Minggu, 21 Agustus 2022 | 16:18 WIB Last Updated 2022-08-21T14:27:19Z
SMSI Sumut optimis Sekdaprovsu Arief mampu memperkuat gaya komunikasi Gubsu Edy Rahmayadi.
MEDAN (Kliik.id) - 
Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumatera Utara (Sumut) optimis pengalaman birokrasi Sekretaris Daerah Provinsi Sumut (Sekdaprovsu) yang baru, Arief Sudarto Trinugroho, mampu memperkuat gaya komunikasi Gubsu Edy Rahmayadi yang bercirikan terbuka, tegas, dadakan dan apa adanya.

'Ya, kita yakin dan tentunya Pak Arief harus mampu mengejawantahkan sikap maupun gaya komunikasi Pak Gubernur Edy, agar diseminasi informasi Pemprov Sumut kepada publik tetap lancar dan lebih berkualitas," ujar Ketua SMSI Sumut Zulfikar Tanjung di Medan, Minggu (21/8/2022).

Didampingi Wakil Ketua Agus S Lubis dan Sekretaris Erris J Napitupulu, Zulfikar menyatakan selaku wadah berhimpun pemilik dan pengelola media massa siber Konstituen Dewan Pers, juga berkepentingan diseminasi informasi Gubsu yang dinamis dan responsif selama ini, akan lebih baik dengan kehadiran Sekdaprovsu definitif.

"Pengalaman mencatat posisi sentral Sekdaprovsu hingga Pj Afifi Lubis selama ini terbukti memiliki peran strategis bagi lancarnya diseminiasi informasi Gubsu dan Wagub kepada publik," ujar Zulfikar yang sudah menjalankan tugas jurnalistik bersama 7 Fubernur di Pemprov Sumut.

Khusus dalam kepemimpinan Gubsu Edy Rahmayadi, Zulfikar yang juga anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Sumut, mengakui hingga saat ini belum semua pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) mampu mengejawantahkan, atau paling tidak menyelaraskan sikap mereka dengan gaya komunikasi Gubsu Edy.

"Buktinya masih banyak pimpinan OPD yang kurang terbuka dengan pers, bahkan cenderung menghindar. Kami punya catatan masih banyak OPD yang sampai dua per tiga tahun anggaran ini sekalipun belum pernah secara resmi menggelar konperensi pers tentang kinerja OPD-nya," ujar Zulfikar.

Kondisi realistis ini, lanjutnya, sangat bertolakbelakang dengan sikap maupun gaya komunikasi Gubsu Edy Rahmayadi yang bisa dikatakan tiada hari tanpa berinteraksi dengan pers.

Bagi wartawan saat ini, jauh lebih gampang dan mudah bertemu dengan Gubsu dibanding beberapa pimpinan OPD.

"Bagi wartawan, berinteraksi dengan Gubsu bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja mulai dari selesai waktu Shalat Subuh di Masjid Gubsu hingga malam sekalipun sepanjang beliau masih beraktivitas," ujar Zulfikar seraya mengemukakan bagi media kini tiada hari tanpa berita Gubsu Edy Rahmayadi.

Bukan sekedar bertemu, kata Zulfikar, apa saja pun pertanyaan wartawan tetap dijawab oleh Gubsu dengan apa adanya dan bahasa yang tegas. Bahkan terkadang terhadap sesuatu masalah yang informasinya belum sampai lengkap kepadanya, semua dijawab Gubsu dan bersikap dadakan, yakni tanpa ada setting atau persiapan.

"Inilah realita dan gaya komunikasi Gubsu Edy yang belum secara utuh sejajar dengan sikap mau pun komitmen anak buahnya. Ditengarai akibat masih adanya kesenjangan itu tidak jarang terjadi bias informasi sehingga menyimpang dari makna," ujar Zulfikar.

Disinilah, lanjut Zulfikar, peran sentral Sekdaprovsu selaku pemegang otorita kebijakan internal Pemprov Sumut dengan kemudi Dinas Kominfo harus mengendalikan diseminasi informasi tersebut agar tetap utuh dan sesuai makna.

Dikemukakan dengan pengalaman birokrasi Sekdaprovsu definitif yang baru Arief Sudarto Trinugroho, pihaknya optimis mampu mengejawantahkan kebijakan diseminasi informasi Gubsu Edy, sehingga diseminasi informasi Pemprovsu secara umum semakin berkualitas dan bermartabat, yang muaranya membangkitkan kepercayaan dan partisipasi publik.

Optimisme dimaksud terutama mengingat perjalanan karier Sekdaprovsu Arief Sudarto Trinugroho benar-benar dimulai dari bawah.

"Beliau memulai pengabdian sebagai pegawai biasa di Pemko Medan, kemudian dengan kemampuan sendiri tanpa deking-dekingan atau tanpa dikatrol dengan berbagai dalih KKN, meniti karier di berbagai jenjang dan tingkatan hingga menduduki jabatan karier tertinggi eselon 1 di pemerintahan Sumut," ujarnya.

Hal senada juga dikemukakan Sekretaris SMSI Sumut Erris J Napitupulu seraya menambahkan SMSI Sumut berkontribusi proporsional dan profesional dalam membantu diseminasi informasi tersebut sesuai koridor dan hakekat informasi dimaksud demi kepentingan keterbukaan informasi publik di Sumut. (Rls)
×
Berita Terbaru Update