Notification

×

Iklan

LKMDI Gelar Simposium Sarjana Pengangguran Langkat 2022

Minggu, 14 Agustus 2022 | 16:32 WIB Last Updated 2022-08-15T01:45:48Z
Simposium Sarjana Pengangguran Langkat 2022, di Gedung PKK Kabupaten Langkat, pada 11 Agustus 2022.
LANGKAT (Kliik.id) - 
Lembaga Kajian Masa Depan Indonesia (LKMDI) menggelar kegiatan Simposium Sarjana Pengangguran Langkat 2022, di Gedung PKK Kabupaten Langkat, pada 11 Agustus 2022, dengan Ketua Panitia Rizky Fitri Ramadhani.

Kegiatan yang mengusung tema 'Menyusun, Menetapkan Program Strategis Terpadu Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Sarjana Kabupaten Langkat- Sumatera Utara Dalam Rangka Menyambut Indonesia Emas 2045' dengan peserta seratusan lebih sarjana di Langkat ini dihadiri oleh Narasumber diantaranya Djohar Arifin Husein (Anggota Komisi X DPR RI), Pangdam I/BB yang diwakili oleh Kol Kav Sudrajat Dirgahayu (Pamen Ahli Bid OMP Kodam I/BB), Kapolda Sumatera Utara yang diwakili oleh utusan Kapolres Langkat yaitu Kompol Mahyu Daniel (Kabag Ren Polres Langkat) dan dibuka oleh Plt Bupati Langkat Syah Afandin diwakili oleh Asisten II Bid. Administrasi Ekonomi Pembangunan dan Sosial Hermansyah.

Direktur Eksekutif LKMDI, Andi Junianto Barus, dalam pandangan awal kegiatan menyampaikan pihaknya sengaja melakukan kegiatan simposium sarjana pengangguran. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh kekhawatiran tingginya dan tidak terkendalinya angka sarjana pengangguran di Langkat.

"Berdasarkan data BPS 2021, jumlah sarjana pengangguran di Kabupaten Langkat berada pada kisaran angka 4.419 jiwa. Dengan luasan wilayah, potensi sumber daya yang ada, baik BUMS, BUMN, Dana Desa, Program UMKM dan lain sebagainya, semestinya angka pengangguran di Langkat ini bisa ditekan dan dikendalikan. Kami khawatir dengan tingginya angka sarjana yang pengangguran, jangan sampai nanti terjadi pembiaran yang terstruktur," ujarnya.

Andi menegaskan bahwa kegiatan ini bukan dalam rangka untuk mempersalahkan siapapun melainkan untuk membawa rekomendasi solusi yang bisa dilaksanakan oleh Pemerintahan Kabupaten Langkat.

"Disini LKMDI berkepentingan agar Pemerintahan Kabupaten Langkat, Provinsi bahkan hingga Pemerintah Pusat dapat melihat kenyataan dan segera melakukan tindaklanjut dengan kebijakan maupun program-program strategis. Kita berharap rekomendasi solusi yang dihasilkan simposium ini dapat dilaksanakan oleh Pemerintah Langkat. Kita yakin kali ini kemauan Pemerintah akan bertemu dengan kemauan masyarakat dan keinginan pemerintah bertemu dan sejalan dengan kehendak masyarakat," jelas Andi.

Pada kesempatan yang sama, narasumber Kolonel Sudrajat Dirgahayu menyampaikan, sarjana harus mempunyai kemampuan atau keahlian, mempunyai jiwa optimisme, dan mengetahui kemampuan diri sehingga tau arah tujuan bekerja.

"Para sarjana harus berani untuk membuat usaha, apapun usaha yang dijalani dengan tekun, pantang menyerah, dan optimis pasti usaha di bangun akan sukses. Para sarjana juga bisa menjadi TNI," katanya.

Kompol Mahyu Daniel, narasumber laimnya menjelaskan posisi sarjana di tengah-tengah masyarakat menjadi sangat strategis. Sarjana diharapkan mampu membangun edukasi dan kolaborasi dalam upaya menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kalaupun saat ini masih belum memiliki pekerjaan, para sarjana jangan berpikiran untuk melakukan tindakan-tindakan yang merugikan diri sendiri, misalnya melakukan tindakan kejahatan/kriminal dilingkungan masyarakat, karena hal itu dapat merugikan diri sendiri dan keluarga.

"Kita berharap kondusifitas dan ketertiban masyarakat di Langkat ini tetap terjaga," kata Mahyu.

Sementara, Djohar Arifin Husin sebagai narasumber ketiga, menyampaikan bahwa potensi Kabupaten Langkat sangat besar dari segi SDA.

"Di bidang pertanian kita mempunyai kelapa sawit, karet, jagung yang luas. Di bidang perikanan potensinya juga besar, peternakan, pertambangan dan industri. Potensi ini jika dikelola dengan baik maka sangat memungkinkan untuk menghilangkan pengangguran di Langkat," kata Djohar.

Djohar Arifin menyebutkan bahwa acara yang dilaksanakan oleh LKMDI ini sangat bagus dan langka, seharusnya yang melakukan kegiatan seperti ini adalah Pemkab Langkat, khususnya Dinas Ketenagakerjaan atau Dinas Sosial atau yang lainnya.

"Seharusnya Pemkab Langkat berterimakasih kepada LKMDI yang melaksanakan Simposium ini, tanpa disadari telah membantu tupoksi dinas-dinas terkait," katanya.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama 7 jam ini diakhiri melalui penetapan rekomendasi hasil-hasil Simposium Sarjana Pengangguran Kabupaten Langkat Tahun 2022. (Rls)
×
Berita Terbaru Update