Notification

×

Iklan

HUT RI ke-77, Rapidin Simbolon PDIP: Mari Bersatu Lawan Intoleransi!

Selasa, 16 Agustus 2022 | 15:06 WIB Last Updated 2022-08-16T09:10:41Z
Rapidin Simbolon.
MEDAN (Kliik.id) - 
Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (RI) diperjuangkan oleh Pahlawan Negeri ini bertujuan untuk mencapai masyarakat Indonesia yang adil dan Makmur bebas dari belenggu penjajahan manusia atas manusia.

Namun meski kemerdekaan sudah diraih, akan tetapi tujuan dari kemerdekaan tersebut masih banyak yang harus diperjuangkan, salah satunya adalah mengentaskan kaum Marhaen dari kesulitan ekonomi.

Hal itu diungkap oleh Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Sumatera Utara (Sumut) Rapidin Simbolon melalui keterangan tertulisnya dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-77 Tahun, Selasa (16/8/2022).

"Kemerdekaan adalah pintu gerbang, kata Bung Karno. Pintu gerbang itu, untuk menuju cita-cita luhur bangsa Indonesia, apa cita-cita luhur tersebut, yaitu masyarakat Indonesia yang adil dan makmur, yang sampai hari ini masih kita perjuangkan," ujar Rapidin.

Rapidin menambahkan bahwa pada usia yang ke-77 tahun, bangsa Indonesia dihadapkan pada tantangan yang luar biasa besar, baik tantangan global berupa resesi ekonomi akibat dampak Pandemi yang mendunia yang bisa saja mengancam keberlangsungan jalannya negeri ini ke cita-cita luhur tersebut.

"Selain itu ancaman perpecahan yang diakibatkan oleh intoleransi dan tergerusnya nilai-nilai Nasionalisme menjadi ancaman tersendiri. Jika kita tidak hati-hati maka bangsa ini akan bubar, dan cita-cita membangun masyarakat yang adil, makmur hanya mimpi belaka," kata mantan Bupati Samosir tersebut.

Untuk itu, kata Rapidin, seluruh stakeholder bangsa ini harus bersatu padu menghadapi tantangan tersebut dengan cara meneladani sikap dan sifat jiwa pahlawan kemerdekaan yang enggan di pecah belah, karena musuh bangsa ini tetap menggunakan politik devidet et Impera untuk menghancurkan bangsa ini, dan musuh bangsa ini sadar betul selama bangsa ini bersatu maka bangsa Indonesia akan kuat dan kemerdekaan hakiki akan bisa diraih.

"Momentum 77 tahun adalah momentum untuk merekatkan kembali persatuan bangsa ini, dimana persatuan tersebut pertama kali dikumandangkan pada 28 Oktober 1928 dan diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 sebagai identitas bangsa yang satu yaitu Indonesia, Indonesia tetap satu, tidak boleh ada embel-embel apapun di belakang nama Indonesia, karena Indonesia merupakan Identitas Satu Bangsa, Satu Tumpah Darah dan Satu Bahasa dan sebagai simbol perjuangan untuk membawa masyarakatnya yang adil dan makmur. Dirgahayu Indonesia dan NKRI Harga Mati," pungkas Rapidin mengakhiri. (Rls)
×
Berita Terbaru Update