Notification

×

Iklan

Satu Terduga Teroris Ditangkap di Sergai, Warga: Dia Buka Bengkel dan Ngajar Ngaji

Rabu, 27 Juli 2022 | 09:25 WIB Last Updated 2022-07-27T05:49:53Z
Foto ilustrasi penangkapan teroris. (Foto: KOMPAS)
SERDANGBEDAGAI (Kliik.id) - 
Satu dari 17 terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) dan Jaringan Anshorut Daulah (JAD) yang diamankan Densus 88 beberapa hari lalu, adalah AR (37), warga Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara (Sumut).

AR diamankan usai melaksanakan salah magrib di Musholla Nurushofa yang berlokasi tak jauh dari rumahnya.

Diketahui, AR merupakan warga pendatang yang baru saja bermukim di Dolok Masihul sejak 5 bulan lalu. Dia tinggal bersama istri dan tiga orang anaknya.

Warga setempat, Herwin, menjelaskan, AR sehari-hari beraktifitas membuka bengkel miliknya dan mengajar mengaji.

"Dia punya bengkel reperasi shock breaker. Kalau malam guru ngaji, dan terkadang siang juga dipanggil ngajar ngaji ke Tebing Tinggi. Orangnya baik, ramah, dan ilmu Quran baik," ujar Herwin kepada wartawan, Selasa (26/7/2022).

Herwin mengaku dirinya baru mengenal AR sekitar tiga bulan lalu. Dia semakin mengenal AR ketika turut membantunya mengajar mengaji di Masjid Ismailiyah.

"Awalnya kenal dia dari FB, tahunya dia buka bengkel perbaikan shock untuk mobil dan sepeda motor. Awalnya posting tentang Masjid Ismailiyah kebetulan awak pengurusnya perlu guru mengaji. Oleh beliau itu dibalas komen saya di FB. Lalu datanglah beliau ke masjid seminggu kemudian, lalu kami bercerita, ternyata dia asal dari Dusun II. Kemudian dia ngajar ngaji," jelas Herwin.

Mendengar AR ditangkap Densus 88, Herwin cukup terkejut. Selama mengenal AR, kata Herwin, dia tidak pernah menyinggung soal jaringan terorisme atau mengajarkan paham radikalisme.

"Kalau dengar itu terkejut, karena dia gak pernah sama sekali (menyingung terorisme). Bahkan kalau kami bicara tentang HRS, tentang politik, beliau gak pernah menanggapi serius. Paling dia bilang oh saya kenal itu sama ustadz ini yang anggota FPI, enggak ada bahas yang lain," katanya.

Sebelumnya diketahui, Tim Densus 88 menangkap AR di atas sepeda motor miliknya saat hendak menuju rumah usai melaksanakan salat maghrib.

Selain mengamankan AR, Densus juga memeriksa seisi rumah dan mengamankan sejumlah kitab-kitab yang memiliki kaitan erat dengan jaringan terorisme.

Selain AR, Densus juga mengamankan dua terduga teroris lainnya yang ada di Sumut. Ketiganya kemudian dibawa ke Polda Sumut. (Rls)
×
Berita Terbaru Update