Notification

×

Iklan

Pemko Tebingtinggi Serap Tuntutan Karyawan PDAM Tirta Bulian, Bentuk Tim Investigasi

Selasa, 19 Juli 2022 | 18:43 WIB Last Updated 2022-07-20T02:02:34Z

Pj Wali Kota Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi melakukan mediasi kisruhnya permasalahan PDAM Tirta Bulian.
TEBINGTINGGI (Kliik.id) - Menyikapi aksi mogok kerja karyawan PDAM Tirta Bulian yang meminta Direktur dicopot, Pj Wali Kota Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi melakukan mediasi di aula Kantor PDAM, Selasa (19/7/2022).


Kedatangan Dimiyathi ke PDAM Tirta Bulian didampingi Plt Sekda Bambang Sudaryono dan Kepala Inspektorat Kamlan Mursyid.


Dalam momen mediasi tersebut, para karyawan menyampaikan kepada Pj Wali Kota Tebingtinggi alasan mereka melakukan mogok kerja.


Para karyawan meminta agar Pj Wali Kota mencopot Direktur PDAM Tirta Bulian Khoiruddin Hasibuan karena dinilai pilih kasih, merasa terzolimi dengan ketidak adilan, kesewenangan-wenangan dan diktator, ketidaknyamanan bekerja dan bersilaturahmi sesama karyawan, AJB/asuransi karyawan tidak jelas tapi asuransi direktur mewah, gaji ditambah dan tunjangan direktur antara langit dan bumi dengan karyawan, tindakan dan hukuman pilih kasih.


Plt Sekda Bambang Sudaryono saat dikonfirmasi terkait mediasi tersebut, belum bersedia memberikan komentar. Bambang meminta agar menghubungi Kepala Inspektorat.


Sementara, Kepala Inspektorat Kamlan Mursyid mengatakan pihaknya saat ini sudah membentuk tim investigasi (audit) untuk menyelesaikan persoalan ini.


Terkait masalah pencopotan Direktur PDAM Tirta Bulian, menurut Kamlan, ada mekanisme untuk itu, tidak bisa asal copot.


"Inspektorat melalui tim yang sudah dibentuk akan melakukan audit terhadap keuangan dan kinerja PDAM Tirta Bulian Kota Tebingtinggi," ujar Kamlan.


Secara terpisah, salah satu karyawan PDAM Tirta Bulian, Muhammad Adha Lubis, menegaskan, pihaknya tidak ingin menunggu lama terhadap tim investigasi.


"Kami harap tim investigasi tidak bekerja lama-lama. Apabila terlalu berlarut-larut, kami bakal membuat aksi lagi," kata Adha mewakili karyawan lainnya. 


Sebelumnya diberitakan, puluhan karyawan/karyawati PDAM Tirta Bulian melakukan aksi mogok kerja di kantornya, Jalan Pusara Pejuang, Kota Tebingtinggi, Sumut, Senin (18/7/2022).

Dalam aksinya, sedikitnya 50 orang karyawan perusahaan plat merah ini melakukan mogok kerja memenuhi lapangan kantor PDAM.

Mereka juga memasang spanduk di pagar kantor berisi tulisan 'Mosi Tak Percaya' dilengkapi dengan tanda tangan karyawan yang ditujukan kepada Direktur PDAM Tirta Bulian, Khoiruddin Hasibuan.

Dalam mosi tak percaya dicantumkan alasan karyawan lantaran selama ini terzolimi dengan ketidakadilan, kesewenangan dan diktator.

Kemudian, ketidaknyamanan bekerja dan bersilaturahmi sesama karyawan, asuransi karyawan tidak jelas, gaji dan tunjangan direktur dengan karyawan antara langit dan bumi serta tindakan dan hukum pilih kasih.

Koordinasi aksi, Muhammad Adha Lubis mengatakan, pihaknya menuntut atas sejumlah asuransi karyawan dan 10 persen gaji mereka yang hingga saat ini tidak direalisasikan Direktur PDAM.

"Kami akan melakukan aksi selama tiga hari. Kami minta Pj Walikota mencopot Direktur PDAM dicopot, biar kami nyaman dalam bekerja," ujar Adha.

Dalam hal ini, pihak karyawan sudah menyurati Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi dan DPRD Tebingtinggi. (Rls)
×
Berita Terbaru Update