Notification

×

Iklan

Kebakaran Hutan dan Lahan di Taput Capai 40 Hektar, Satu Warga Tewas Terbakar

Senin, 18 Juli 2022 | 14:05 WIB Last Updated 2022-07-18T18:50:38Z
Lokasi karhutlah di Kabupaten Taput, Sumatera Utara.
TAPUT (Kliik.id) - 
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) di Dusun Buntu Raha, Desa Sitanggor, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara (Sumut), mencapai 40 hektar lebih.

Kebakaran di pinggiran Danau Toba tersebut terjadi sejak Sabtu (16/7/2022) siang, sekitar pukul 14.00 WIB. Bencana ini menewaskan seorang warga bernama Natal Simaremare alias Ama Lasker (50).

"Diperkirakan diatas 40 hektar terbakar," ujar Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Sumut, Herianto kepada wartawan, Senin (18/7/2022) siang.

Untuk melakukan pemadaman api Karhutlah tersebut, pihak Dishut Sumut menerjunkan sekitar 42 personel dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) 2, 4, 12 dan 13. Kemudian, berkordinasi dengan TNI/Polri setempat dan pihak terkait.

"Update saya sudah menugaskan seluruh personil. Terus bersama-sama mengendalikan kebakaran hutan itu yang pertama. Yang kedua, kita sudah berkordinasi dengan BPBD Sumut maupun BPBD Kabupaten Taput," katanya.

Herianto mengatakan bahwa kondisi di lapangan sebaran api nya meluas. Kondisi tersebut dikarenakan medan kebakaran perbukitan dengan kondisi terjal.

"Kami bantu dari Provinsi, kami juga turunkan. Karena, sudah khawatir dan hal ini terjadi karena medannya berat sekali. Makanya, ada meninggal satu orang," jelasnya.

Sebelumnya, Kasi Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Baringbing, mengatakan, seorang warga ditemukan tewas terpanggang saat tengah beraktivitas di dalam hutan.

Saat itu, api mulai terlihat dari dalam hutan, dan para saksi melihat korban sudah tidak bisa lari kemana-mana.

Melihat korban terkepung api, saksi bernama Natal Omp Luusunggu, Polin Rajagukguk, Lintong Aritonang, dan David Parlindungan Ompusunggu alias Amani Arta sempat berusaha menyelamatkan korban.

Nahas, saat akan mendaki membantu korban, api semakin membesar, sehingga para saksi mundur dari lokasi tempat dimana korban ditemukan tewas terpanggang.

Karena khawatir api merambat dan meluas kemana-mana, petugas kepolisian dari Polsek Muara dibantu aparat TNI dari Koramil Muara berupaya memadamkan api. Namun, angin yang begitu kencang sempat menyulitkan usaha para petugas.

Sementara, korbannya Ama Lisker masih berada di tengah kobaran api. Karena situasi yang tidak memungkinkan, pencarian jenazah korban akhirnya dilanjutkan pada Minggu (17/7/2022) pukul 07.00 WIB.

"Korban meninggal dunia telah dievakuasi dari lokasi kebakaran hutan," ujar Walpon. (Rls)
×
Berita Terbaru Update