Notification

×

Iklan

3 Negara di ASEAN Dilanda Inflasi Gila-gilaan, Indonesia Masuk Daftar

Senin, 25 Juli 2022 | 21:16 WIB Last Updated 2022-07-25T14:40:14Z
Pemandangan gedung-gedung tinggi di Ibu Kota Jakarta saat cuaca cerah berawan. (ANTARA FOTO)
JAKARTA (Kliik.id) - 
Perang Rusia-Ukraina memicu adanya inflasi terhadap kenaikan harga pangan, komoditas, termasuk energi dan keuangan. Lonjakan inflasi ini tengah melanda Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Uni Eropa termasuk di ASEAN.

Seperti dilansir dari CNN, Senin (25/7/2022), inflasi Singapura melonjak hingga 6,7 persen secara tahunan pada Juni 2022. Pasalnya, angka ini merupakan tingkatan tertinggi dalam 14 tahun terakhir atau sejak September 2008. 

Selain itu, inflasi ini juga dapat menyebabkan lonjakan yang lebih tinggi dari perkiraan para ekonom yang memproyeksikan inflasi Negeri Jiran sebesar 6,2 persen.

Adapun inflasi yang dialami Malaysia menyentuh angka 3,4 persen pada Juni 2022. Inflasi ini disebut-sebut melebihi perkiraan ekonomi yang memprediksi angka 3,1 persen.

Tak hanya Singapura dan Malaysia, Indonesia juga tercatat mengalami lonjakan inflasi yang mencapai 4,35 persen pada Juni 2022, tertinggi sejak 2017 lalu.

Selain kenaikan harga pangan, inflasi di dalam negeri juga didorong oleh kenaikan harga yang diatur pemerintah, seperti bahan bakar minyak (BBM) dan listrik yang tak disubsidi pemerintah.

Adapun lonjakan inflasi pada Juni 2022 di negara ASEAN tertinggi adalah Laos, yakni 23,6 persen. Kemudian, Thailand 7,1 persen, Filipina 6,1 persen. Sedangkan, Vietnam masih di level yang relatif terkendali, yakni 3,37 persen.

Sementara, negara ASEAN lainnya, seperti Brunei baru merilis data inflasi hingga Maret 2022 yang tercatat 3,8 persen. Begitu pula dengan Kamboja yang pada Maret mencatatkan inflasi 7,2 persen.

Sedangkan, Myanmar baru merilis data inflasi pada Januari 2022 yang tercatat sebesar 13,82 persen.

Sebelumnya, Bank Dunia mengatakan ancaman resesi ekonomi global sudah di depan mata dan sulit dihindari negara-negara di dunia.

Dalam laporan Global Economic Prospect June 2022 (GEP), Bank Dunia menyebutkan tekanan inflasi yang begitu tinggi di banyak negara tak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. (Kilat/Rls)
×
Berita Terbaru Update