Notification

×

Iklan

Banner Iklan DPRD Tebing Tinggi

Tak Tahu Kapan Pandemi COVID-19 RI Selesai, Vaksin BUMN Bakal Dipakai Booster

Kamis, 09 Juni 2022 | 15:31 WIB Last Updated 2022-06-09T17:34:22Z
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan persetujuan untuk uji klinis fase ketiga vaksin BUMN, yakni vaksin COVID-19 kerja sama Bio Farma dan Baylor College of Medicine. (detikcom)
JAKARTA (Kliik.id) - 
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan persetujuan untuk uji klinis fase ketiga vaksin BUMN, yakni vaksin COVID-19 kerja sama Bio Farma dan Baylor College of Medicine.

Wakil Menteri Kesehatan RI menyebut, vaksin ini bakal diprioritaskan sebagai booster sebab hingga kini, tak diketahui kapan pandemi COVID-19 bakal berakhir.

Menurutnya, seiring cakupan vaksinasi COVID-19 yang sudah tinggi di Indonesia, sero survei menunjukkan tingkat antibodi masyarakat Indonesia terhadap virus Corona pun sudah tinggi.

Namun, vaksinasi COVID-19 booster atau dosis lanjutan tetap diperlukan lantaran tak diketahui sampai pandemi COVID-19 berlangsung. Vaksin BUMN produksi dalam negeri inilah yang nantinya bakal diprioritaskan sebagai vaksin booster.

"Angka vaksinasi kita kan sudah sampai 400 juta vaksinasi suntikan tapi kita tidak tahu kapan pandemi selesai. Kenapa kita bagus angkanya ini, karena sero survei menunjukkan bahwa antibodi kita tinggi," ujar Wamenkes RI Dante Saksono Harbuwono dalam konferensi pers virtual 'Kick Off Uji Klinis Fase 3 Vaksin COVID-19 BUMN', Kamis (9/6/2022).

"Tapi kapan antibodi itu akan turun dan tentu akan dibarengi dengan pemberian booster. Salah satu di antara alternatif booster tersebut adalah vaksin produksi BUMN ini. Itu kita arahkan ke sana, di samping vaksin primer," sambungnya.

Lebih lanjut, Wamekes menyebut, pemerintah telah memastikan anggaran untuk pengembangan vaksin COVID-19 dalam negeri tersedia.

"Terus terang anggaran yang dianggarkan untuk vaksin dalam negeri masih ada tahun 2022 dan ini kita serapkan semuanya ke vaksin ini sekitar 1,3 triliun. Tapi selanjutnya, mungkin akan kita evaluasi setelah kecukupan di tempat kita baik mungkin dari BUMN akan melakukan ekspor ke tempat-tempat yang memerlukan," pungkasnya. (Detik)
×
Berita Terbaru Update