Notification

×

Iklan

Banner Iklan DPRD Tebing Tinggi

Subsidi Energi Tembus Rp 502 T, Jokowi: Bisa Dipakai Bangun IKN

Selasa, 21 Juni 2022 | 15:03 WIB Last Updated 2022-06-21T08:17:55Z
Presiden Joko Widodo. (detikcom)
JAKARTA (Kliik.id) - 
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan menahan harga bahan bakar minyak (BBM), listrik dan LPG 3 kilogram (kg) di tengah kenaikan harga minyak dunia. Akibatnya subsidi energi bengkak dari Rp 152,2 triliun menjadi Rp 502,4 triliun.

Jokowi mengatakan jumlah subsidi energi yang besar itu bisa membangun satu Ibu Kota Negara (IKN) baru. Jokowi meminta semua pengertiannya karena tak mudah menekan harga dalam situasi dan kondisi global saat ini.

"Bisa dipakai untuk membangun ibu kota satu karena angkanya sudah Rp 502 triliun. Ini semua yang kita harus ngerti, sampai kapan kita bisa bertahan dengan subsidi sebesar ini. Kalau kita nggak ngerti angka, kita nggak bisa merasakan betapa sangat beratnya persoalan saat ini," kata Jokowi dalam acara Rakernas PDI Perjuangan, Selasa (21/6/2022).

Jumlah subsidi energi itu malah lebih besar dari anggaran pemerintah memindahkan IKN dari Jakarta ke Kalimantan Timur yang diperkirakan mencapai Rp 466 triliun.

"Bangun ibu kota itu Rp 466 triliun, ini (Rp 502,4 triliun) untuk subsidi, tapi nggak mungkin ini tidak kita subsidi, akan ramai kita juga, hitung-hitungan sosial-politiknya juga kita kalkulasi. Jadi rakyat harus diberi tahu ada kondisi global yang sangat berat," tutur Jokowi.

Bengkaknya subsidi energi membuat harga BBM di Indonesia paling murah dibanding negara-negara tetangga. Seperti misalnya di Singapura harganya sudah mencapai Rp 31.682 per liter, Thailand Rp 20.878 per liter, Jerman Rp 31.390 per liter, dan Amerika Serikat (AS) Rp 17.374 per liter.

"Kita masih Rp 7.650 (Pertalite). Tapi ini yang harus kita ingat, subsidi kita besar sekali," tegas Jokowi mengingatkan. (Detik)
×
Berita Terbaru Update