Notification

×

Iklan

Banner Iklan DPRD Tebing Tinggi

Megawati Terharu Terima Gelar Profesor Kehormatan dari SIA Korsel

Rabu, 11 Mei 2022 | 13:35 WIB Last Updated 2022-05-11T18:41:00Z
Presiden ke-5 RI yang juga Ketum PDIP, Prof. Dr (H.C) Megawati Soekarnoputri, menerima gelar profesor kehormatan dari Seoul Institute of the Arts (SIA). (detikcom)
JAKARTA (Kliik.id) - 
Presiden ke-5 RI yang juga Ketum PDIP, Prof. Dr (H.C) Megawati Soekarnoputri, menerima gelar profesor kehormatan dari Seoul Institute of the Arts (SIA).

Megawati menerima gelar profesor kehormatan dari SIA Korsel karena dinilai memiliki komitmen tinggi terhadap perdamaian dunia, membangun demokrasi serta komitmen terhadap lingkungan dan kebudayaan.

Dalam acara tersebut, Megawati menerima plakat apresiasi profesor kehormatan dari President of Seoul Institute of The Arts, Nam-sik Lee.

Berdasarkan keputusan dewan akademik Seoul Institute of The Arts, Megawati dianugerahkan penghargaan "Ketua Guru Besar Kehormatan" atas pengakuan karya-karya luar biasa di bidang politik, dan sosial pada disiplin ilmu kebijakan seni dan ekonomi kreatif.

Megawati juga diberikan gelar profesor kehormatan atas komitmen dalam mempromosikan diplomasi, seni budaya dan ekonomi kreatif dan juga dalam menjamin pendidikan yang lebih baik melalui riset dan inovatif tidak hanya untuk warga negara Indonesia tetapi juga untuk warga dunia termasuk Korea Selatan.

"Kami bangga untuk mengundang Anda sebagai profesor kehormatan dari Institut Seni Seoul, kami ingin mendapatkan kebijaksanaan dan pengetahuan dan bagaimana berkolaborasi dengan budaya Indonesia," kata Nam Sik Lee, dikutip dari YouTube PDIP, Rabu (5/11/2022).

Usai mendapat plakat penghargaan itu, Megawati mengaku bersyukur sambil menangis terharu. Megawati menjadi orang luar Korsel pertama yang mendapat gelar tersebut.

"Ketika saya membaca surat dari terhormat Bapak Nam Sik Lee, Phd saya sungguh terharu, terutama setelah mengetahui bahwa saya bukan hanya orang Indonesia yang pertama menerima penghormatan ini namun juga sebagai orang asing pertama," kata Megawati.

"Sungguh ini merupakan sebuah tanggungjawab yang penuh dengan penghormatan yang sangat besar, terlebih atas pertimbangan bahwa saya dinilai memiliki komitmen yang tinggi terhadap perdamaian dunia, juga di dalam membangun demokrasi serta komitmen terhadap lingkungan dan kebudayaan," sambungnya.

Dengan menerima gelar profesor kehormatan tersebut, Megawati berjanji akan terus bertanggungjawab melestarikan budaya. Megawati menyoroti peran penting kerja sama kebudayaan.

"Dengan menerima profesor kehormatan ini maka pengembangan kebudayaan Indonesia dan bagaimana upaya membangun kerja sama kebudayaan sebuah bangsa telah menjadi bagian dan juga tanggung jawab saya. Kerja sama kebudayaan tidak hanya mencakup pendidikan ekonomi kreatif, diplomasi kebudayaan, namun juga dialog kebudayaan. Dengan pengalaman selama lebih dari 60 tahun, institut kebudayaan ini memberi sumbangsih bagi peradaban sangatlah besar, terutama di dalam mendorong bekerjanya nilai-nilai kemanusiaan, kesetaraan, dan juga ekspresi keindahan sebagai rasa syukur kepada sang pencipta," imbuhnya.

Diketahui, Seoul Institute of the Arts (SIA) sebagai pemberi gelar, adalah institusi pendidikan ternama yang sudah berdiri lebih dari 60 tahun.

SIA melahirkan puluhan artis ternama dan berkualitas dari Korea seperti Kim Seon Ho, Son Ye Jin, hingga Kim Ha-neul atau penyanyi Wooyoung dari Grup 2PM, dan Presenter Yoo Jae-Suk.

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan SIA memberi gelar profesor kepada Megawati karena menilai besarnya kontribusi memperjuangkan perdamaian di Semenanjung Korea, serta perhatiannya yang begitu besar terhadap demokrasi, lingkungan, dan kebudayaan.

"Bahkan Ibu Mega pernah jadi utusan khusus Presiden Korea Selatan untuk ke Korea Utara dalam menjalankan diplomasi perdamaian. Karena pada dasarnya Korea ini kan satu bangsa dua negara. Hanya karena perbedaan ideologi akibat perang dingin, kemudian terpecah jadi dua negara, sehingga proses reunifikasi Korea harus terus menerus dijalankan dengan cara damai dan dialog. Diplomasi kebudayaan merupakan pendekatan penting yang bisa dilakukan," beber Hasto.

Gelar dari SIA ini bukan yang pertama dari Korsel untuk Megawati. Sebelumnya, Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila itu juga menerima gelar doktor honoris causa dari beberapa universitas di Korea.

Pemberian gelar profesor dari SIA ini, menurut Hasto, menjadi penting di tengah ketegangan hubungan Selatan dan Utara saat ini, terutama setelah Korea Utara belum lama ini meluncurkan rudal balistik. Gelar profesor kehormatan dari SIA ini akan menjadi yang kedua untuk Megawati.

Pada Juni 2021 lalu, Megawati menerima gelar Profesor kehormatan dari Universitas Pertahanan (Unhan) RI di Bidang Kepemimpinan Strategik. Sementara untuk gelar doktor kehormatan, Megawati sudah menerima sembilan.

Berikut daftarnya:

1. Waseda University of Tokyo, Tokyo, Jepang, 29 September 2001 (Bidang Politik).

2. Moscow State Institute of International Relations (MGIMO), Moskow, Rusia, 22 April 2003 (Bidang Politik).

3. Korea Maritime and Ocean University, Busan, Korea Selatan, 19 Oktober 2015 (Bidang Politik).

4. Universitas Padjajaran (UNPAD), Bandung, Indonesia, 25 Oktober 2016 (Bidang Politik dan Pemerintahan).

5. Universitas Negeri Padang (UNP), Kota Padang, Indonesia, 27 September 2017 (Bidang Pendidikan Politik).

6. Mokpo National University, Kota Mokpo, Korea Selatan, 16 November 2017 (Bidang Demokrasi Ekonomi).

7. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Bandung, Indonesia, 8 Maret 2018 (Bidang Politik dan Pemerintahan).

8. Fujian Normal University (FNU), Fuzhou, Fujian, Tiongkok, 5 November 2018 (Bidang Diplomasi Ekonomi).

9. Soka University Japan, Tokyo, Jepang, 8 Januari 2020 (Bidang Kemanusiaan).

(Detik)
×
Berita Terbaru Update