Notification

×

Iklan

Banner Iklan DPRD Tebing Tinggi

Kemenkes: Kematian Diduga Hepatitis Misterius Jadi 6 Kasus, Ini Gejala Terbanyak

Kamis, 12 Mei 2022 | 09:03 WIB Last Updated 2022-05-12T02:03:39Z
Foto ilustrasi. (detikcom)
JAKARTA (Kliik.id) - 
Kementerian Kesehatan RI kembali mengonfirmasi kematian anak diduga akibat hepatitis misterius. Teranyar, bocah asal Sumatera Utara tak tertolong usai mengeluhkan gejala mual, demam, diare, dan muntah.

"Iya total 6 anak yang meninggal diduga akibat hepatitis akut. Termasuk yang Sumut," demikian konfirmasi dr Nadia saat dihubungi detikcom Rabu (11/5/2022).

Gejala Paling Banyak

Menurutnya, banyak anak terlanjur bergejala berat saat dibawa ke rumah sakit hingga tak berhasil selamat. Dari total 15 kasus yang ditemukan, enam meninggal dunia sementara sisanya masih dirawat intensif di ICU dan rawat inap biasa.

Terkait kecurigaan temuan 21 kasus di DKI Jakarta, dr Nadia belum bisa memastikan kebenaran tersebut.

"Masih dicek ya," beber dia.

"Gejala yang paling banyak ditemukan mual, muntah, diare," sebut Nadia.

Apa Penyebabnya?

Adenovirus sejauh ini diduga kuat menjadi penyebab di balik munculnya hepatitis akut misterius. Terlebih data Inggris menunjukkan 70 persen dari kasus hepatitis akut misterius yang dilaporkan positif adenovirus.

Namun, Kemenkes RI belum mengungkap hasil sequencing adenovirus 15 pasien Indonesia diduga hepatitis misterius.

dr Nadia menegaskan prosesnya cukup panjang sekitar 10-14 hari. Selain adenovirus, COVID-19 juga kerap dicurigai berkaitan dengan adenovirus. Namun, data Kemenkes RI menunjukkan seluruh pasien diduga hepatitis akut misterius negatif COVID-19.

"Semua pasien negatif COVID-19," tuturnya.

Kronologi Kasus Kematian Pasien RI

1 Mei

Kemenkes mengumumkan tiga kasus kematian pertama diduga hepatitis misterius 1 Mei 2022. Tiga pasien berasal dari DKI Jakarta dan sempat dirawat di RS dr Cipto Mangunkusumo. Kondisi ketiga anak disebut sudah kritis saat mendatangi RS, sehingga tidak berhasil selamat.

7 Mei

Sepekan setelah pengumuman tiga kasus pertama, Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung dr Kasil Rokhmat mengumumkan pasien anak berusia 7 tahun meninggal dunia diduga kuat terkait hepatitis misterius, ia meninggal Jumat (6/5/2022). Status pasien berada di pending klasifikasi.

9 Mei

Bayi berusia 1 bulan 29 hari asal Solok, Sumatera Barat diumumkan meninggal dunia setelah mengalami gejala mengarah ke hepatitis A. Namun, hasil tes laboratorium hepatitis A dinyatakan negatif. Ia meninggal di Senin (2/5/2022) bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri.

10 Mei

Bocah asal Sumatera Utara meninggal dunia dengan gejala berat hepatitis. Sayangnya, RS tidak sempat melakukan tes laboratorium seluruh jenis virus hepatitis seperti A, B, C, D, atau E. Namun, gejalanya mengarah pada hepatitis.

(Detik)
×
Berita Terbaru Update