Notification

×

Iklan

Banner Iklan DPRD Tebing Tinggi

Polda Sumut Ungkap Kasus Perdagangan Orang Utan, 5 Warga Binjai Diamankan

Sabtu, 30 April 2022 | 10:17 WIB Last Updated 2022-04-30T09:20:39Z
Satwa dilindungi jenis Orang Utan Sumatera yang diamankan Polda Sumut.
MEDAN (Kliik.id) - 
Petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut mengungkap praktik perdagangan satwa dilindungi jenis orang utan yang melibatkan anak di bawah umur dan seorang wanita.

Dalam pengungkapan, petugas mengamankan 5 orang pelaku diantaranya, Tomas Raider Chaniago (18), Arya Rivaldi (20), Haidar Yasir (18), Raihan (17) dan seorang wanita Adelina Br Sembiring (20). Semuanya warga Kota Binjai, Sumut.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi menjelaskan, penangkapan para pelaku perdagangan orang utan itu bermula dari informasi masyarakat pada Rabu (27/4/2022).

"Informasi yang kita terima dari masyarakat bahwa adanya pelaku memperniagakan satwa dilindungi jenis Orang Utan Sumatera (Pongo Abeli) seharga Rp 23.000.000," ujar Hadi kepada wartawan, Sabtu (30/4/2022).

Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas melakukan penyamaran sebagai pembeli hingga disepakati lokasi transaksi di Jalan H Anif, Perumahan Cemara Asri, Kabupaten Deliserdang.

"Petugas kemudian bertemu dengan 5 pelaku yang mengendarai 1 unit mobil Toyota Yaris BK 1665 RO. Kelima pelaku langsung ditangkap setelah memperlihatkan barang bukti," kata Hadi.

Dari pengungkapan itu, lanjut Hadi, petugas menyita barang bukti 1 ekor Orang Utan Sumatera (Pongo Abeli) dalam keadaan hidup, 1 unit mobil Toyota Yaris BK 1665 RO dan 5 unit hp.

"Saat diinterogasi, para pelaku mengaku 1 ekor Orang Utan Sumatera didapatkan dari Nanta, warga Kecamatan Langsa, Kabupaten Aceh Timur," jelasnya.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan ahli dari BBKSDA Sumut, kata Hadi, Orang Utan Sumatera (Pongo Abeli) merupakan satwa dilindungi dan dilarang untuk diperjualbelikan.

Larangan itu sesuai dengan Permen LHK Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/201, tanggal 28 Desember 2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa dilindungi.

"Saat ini para pelaku sedang diperiksa," katanya. (Rls)
×
Berita Terbaru Update