Notification

×

Iklan

PDIP Nilai Kajari Tebingtinggi Belum Tunjukkan Kinerja Berantas Korupsi

Senin, 07 Maret 2022 | 13:43 WIB Last Updated 2022-03-07T08:56:56Z
Wakil Ketua DPRD Tebingtinggi Fraksi PDI Perjuangan, Iman Irdian Saragih.
TEBINGTINGGI (Kliik.id) - 
Wakil Ketua DPRD Kota Tebingtinggi Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Iman Irdian Saragih sangat menyayangkan belum adanya aksi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Tebingtinggi Sundoro Adi, dalam menangani berbagai pengaduan masyarakat (Dumas) terkait dugaan korupsi di Kota Tebingtinggi.

"Sudah 6 bulan Sundoro Adi ditempatkan sebagai Kajari Kota Tebingtinggi, namun hingga saat ini belum ada kasus dugaan korupsi yang disikapi dan ditingkatkan. Bahkan banyak Dumas terkait dugaan korupsi dari berbagai elemen masyarakat yang disampaikan ke Kejari Tebingtinggi, belum ada satupun yang disikapi," ujar Iman Irdian Saragih yang juga Ketua DPC PDIP Kota Tebingtinggi, kepada wartawan, Senin (7/3/2022) di ruang kerjanya.

Menurut pria yang akrab disapa Dian ini, biasanya Kajari yang ditempatkan dalam suatu daerah, selalu menunjukkan kinerjanya dalam memberantas korupsi ataupun pencegahan korupsi dalam 100 hari kerja.

Namun, Kajari Tebingtinggi Sundoro Adi yang dilantik pada awal Agustus 2021 lalu, hingga saat ini belum menunjukkan kinerja dalam pemberantasan korupsi di Kota Tebingtinggi. Bahkan, sejumlah Dumas yang masuk ke Kejari Tebingtinggi hingga saat ini belum ada titik terang penanganannya.

"Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tebingtinggi sangat mengharapkan Kejari Tebingtinggi bisa mengukir prestasi melalui kinerja. Namun, Kajari Tebingtinggi Sundoro Adi yang sudah 6 bulan menjalankan tugas, nyaris tidak terdengar apa yang dilakukan di Kota Tebingtinggi," ujarnya.

Sementara, salah seorang wartawan Alex Saragih mengungkapkan jika Kajari Tebingtinggi Sundoro Adi sulit ditemui wartawan untuk konfirmasi maupun wawancara terkait penanganan kasus yang dilakukan Kejari Tebingtinggi.

Ironisnya, aturan di Kantor Kejari Tebingtinggi terkesan tidak masuk akal, dimana saat mau konfirmasi atau bertamu, wartawan harus meninggalkan hp di dalam loker.

"Sementara hp merupakan salah satu alat yang dipakai wartawan dalam menjalankan tugasnya," ujar Alex. (Rls)
×
Berita Terbaru Update