Notification

×

Iklan

Temuan 1.100 Ton Minyak Goreng di Deliserdang, Kasus Ditangani Polda Sumut

Sabtu, 19 Februari 2022 | 15:25 WIB Last Updated 2022-02-20T08:29:08Z
Tim Satgas Pangan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menemukan timbunan minyak goreng di salah satu gudang milik produsen di Kabupaten Deliserdang, Jumat (18/2/2022).

DELISERDANG (Kliik.id) - 
Tim Satgas Pangan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menemukan timbunan minyak goreng di salah satu gudang milik produsen di Kabupaten Deliserdang, Jumat (18/2/2022).

Temuan ini di tengah langkanya minyak goreng di masyarakat. Satgas Pangan Sumut terdiri dari Polda Sumut dan Biro Perekonomian Setdaprov Sumut dan Disperindag Sumut. Satgas menemukan minyak goreng sebanyak 1,1 juta kg (1.100) ton yang siap untuk dipasarkan.

Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut, Naslindo Sirait, menyayangkan aksi dugaan penimbunan minyak goreng tersebut. Ia tidak menampik aksi penimbunan itu turut menyebabkan kelangkaan pasokan minyak goreng di pasaran.

"Seharusnya itu disalurkan. Akibatnya masyarakat kesulitan mendapatkan minyak goreng, dan jika ada harganya mahal. Sehingga patut diduga ada permainan dalam kasus ini," ujar Naslindo kepada wartawan, Sabtu (19/2/2022).

Naslindo menjelaskan, kasus ini telah diserahkan ke pihak Polda Sumut untuk kepentingan penyelidikan.

"Informasi lebih lanjut ditanyakan ke polisi," katanya.

Saat ditemukan penimbunan minyak goreng itu, lanjut Naslindo, pegawai gudang mengaku ada larangan dari manajemen perusahaan untuk tidak menyalurkan stok minyak goreng ke pasar.

"Kita juga instruksikan agar minyak goreng itu disalurkan ke distributor-distributor yang ada di wilayah Provinsi Sumut, supaya kelangkaan segera dapat teratasi, kasihan masyarakat kita jadi korban," jelasnya.

Naslindo menambahkan, Satgas Pangan Provinsi Sumut akan terus melakukan monitoring dan sidak ke produsen dan distrubutor lainnya untuk memastikan tidak ada yang melakukan penimbunan.

"Kita tahu bahwa minyak goreng ini adalah salah satu kebutuhan utama masyarakat, apabila langka dan harga naik, maka akan memicu inflasi yang berakibat buruk pada perekonomian," katanya. (Rls)
×
Berita Terbaru Update