Notification

×

Iklan

Telan Biaya Rp 23 M, Revitalisasi Pasar Balige di Toba Tak Kunjung Selesai

Minggu, 16 Januari 2022 | 13:35 WIB Last Updated 2022-01-16T15:48:45Z
Pasar Tradisional Balairung Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara.
TOBA (Kliik.id) - 
Lambatnya penyelesaian proyek revitalisasi Pasar Tradisional Balairung Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara (Sumut) hingga memasuki tahun 2022 tak kunjung selesai, sehingga Asosiasi Pedagang Balige mengeluh.

Sesuai dengan kontrak harusnya di akhir tahun 2021 sudah selesai. Para pedagang mulai resah dan menilai penyelesaian proyek revitalisasi Pasar Tradisional Balairung Balige terkesan tidak profesional dalam penyelesaian revitalisasi bangunan tersebut.

Proyek Revitalisasi Pasar Tradisional Balairung Balige yang menelan biaya Rp. 23.356.657.000 (dua puluh tiga miliyar tigar ratus lima puhuh enam enam ratus lima puluh tuju ribu rupiah) ini dikerjakan oleh PT. Robinson Maju Bersama dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktoral Jenderal Cipta Karya. Hingga kini, tak kunjung selesai dikerjakan.

Kardiman Pardede salah seorang pengurus Asosiasi Pedagang Balige mengatakan, sebelumnya para pedagang telah keluar dari Pasar Tradisional Balairung Balige pada bulan September 2020, namun sesuai dengan papan proyek bahwa pekerjaannya sekitar 15 bulan dan seharusnya telah selesai pada akhir tahun 2021.

"Para pedagang Balige sangat kecewa dengan keterlambatan penyelesaian proyek revitalisasi pasar. Hal ini membuat dagangan kami sepi dengan pembeli pendapatan pun sangat jauh berkurang," ujar Kardiman, Minggu (16/1/2022).

Menurut Kardiman, dengan keterlambatan penyelesaian Proyek Revitalisasi Pasar Tradisional Balairung Balige ini para pedagang setelah dipindahkan sebagian menyewa ruko yang harganya hingga puluhan juta rupiah 

"Sangatlah jauh dari sebelumnya dimana jika berjualan di dalam Balairung Balige hanya membayar restribusi saja per tahunnya," ujarnya.

Menanggapi keluhan dari masyarakat, Pemerintah Kabupaten Toba melalui Asisten II Sahat Manullang yang membidangi pembangunan menyampaikan rasa prihatin lantaran hingga saat ini proyek Revitalisasi Pasar Tradisional Balairung Balige belum dapat dirasakan oleh masyarakat setelah dibangun akibat belum hingga saat ini belum rampung penyelesaiannya.

"Awalnya ketika Pemerintah Kabupaten Toba sosialisasi dengan pihak kontraktornya berjanji dapat diselesaikan pada akhir bulan Desember 2021, namun hingga saat ini yang telah memamasuki awal tahun 2022 belum juga dapat diselesaikan pihak kontraktornya," kata Sahat.

"Kita juga sangat khawatir bahwa ini nantinya akan menimbulkan gejolak kepada para pedagang," tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Toba, kata Sahat, telah melakukan sosialisasi terhadap pihak kontraktor agar segera menyelesaikan Proyek Revitalisasi Balairung Balige ini.

"Kontraktor telah berjanji akan menyelesaikanya pada tanggal 19 Januari 2022 akan tetapi jika kita lihat di lapangan hingga saat ini pihak kontraktor tidak memungkinkan menyelesaikannya," ujarnya.

Sahat menjelaskan, pihaknya bukan sebagai pengguna anggaran dan untuk saat ini Pemkab Toba hanya dapat mengawasi pekerjaan.

"Pemerintah Kabupaten Toba berharap agar proyek revitalisasi pasar ini segera diselesaikan. Sebab para pedagang yang telah tersebar kemana-mana akan menimbulkan penataan kota menjadi semraut," katanya. (AS)
×
Berita Terbaru Update