Notification

×

Iklan

Kini Provinsi Sumut Miliki Pabrik Porang, Produksi 90 Ton perhari

Selasa, 11 Januari 2022 | 08:04 WIB Last Updated 2022-01-11T04:09:13Z
Peresmian pabrik porang di Lubuk Pakam, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.
DELISERDANG (Kliik.id) - 
Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kini memiliki pabrik pengolahan porang pertama yang berlokasi di Lubuk Pakam, Kabupaten Deliserdang, milik CV Serasi Jaya Nusantara.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, diwakili Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut, Naslindo Sirait, bersama Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut Bahruddin Siregar, meresmikan operasional pabrik itu, Senin (10/1/2022).

Tak tanggung-tanggung, pabrik tersebut dapat memproduksi porang hingga 90 ton/hari. Adapun hasil olahan porang, dapat dijadikan untuk bahan pangan, kosmetik, bahan baku industri dan lainnya.

Pemilik CV Serasi Jaya Nusantara, Burhan, mengatakan, pihaknya memiliki lahan sumber bahan baku seluas 200 hektar.

"Untuk penyediaan bahan baku, kami menjalin kerja sama dengan koperasi dan petani porang," ujar Burhan dalam keterangan yang diterima, Selasa (11/1/2022).

Sementara, Kabiro Perekonomian Setdaprovsu, Naslindo Sirait, menyebutkan, luas tanaman porang di Sumut mencapai sekitar 597,61 hektar dengan jumlah produksi sekitar 5.970 ton.

Tanaman porang berada di Kabupaten Langkat, Serdang Bedagai, Batubara, Tebingtinggi, Asahan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Simalungun, Padang Lawas dan Tapanuli Tengah.

Pemprov Sumut, ujar Naslindo, mengapresiasi kehadiran pabrik porang tersebut karena akan menjawab keraguan petani porang selama ini untuk mengembangkan pertanian porang di Sumut.

"Kehadiran pabrik ini juga diharapkan dapat mengembangkan hilirisasi porang sampai pada produk jadi," ujar Naslindo pada saat peresmian pabrik.

Ia mengatakan, pemerintah dengan segala upaya akan mendorong pertumbuhan ekonomi dari sektor pertanian, khususnya tanaman porang. Ini juga sesuai dengan instruksi Presiden RI kepada Menteri Pertanian.

"Karena itu, Pemprov Sumut akan mendorong pengembangan tanaman porang dengan pemberian bibit kepada petani dan menggandeng perbankan untuk memberikan pinjaman pembiayaan dengan bunga rendah kepada petani," katanya.

Lebih lanjut, Naslindo menyampaikan bahwa dalam rangka keberlanjutan pertanian porang, konsep yang akan dilaksanakan dalam pengembangan kawasan porang adalah pemberian bibit/benih, mekanisasi dan modernisasi pertanian, perbaikan pemupukan, korporatisasi pertanian poran sampai pada ekspor barang jadi porang.

"Perlu penerapan Good Agriculture Practices (GAP) dalam membudidayakan porang, baik sisi hulu maupun sisi pascapanen. Dengan begitu, akan sesuai standar ekspor negara tujuan dengan prinsip keberlanjutan," ujarnya.

Diketahui, tanaman porang tengah naik daun di kalangan petani. Pamornya semakin melejit setelah disebut-sebut Presiden Jokowi sebagai bahan pangan masa depan.

Porang banyak digunakan sebagai bahan baku tepung, penjernih air, kosmetik, pembuatan lem dan jelly yang beberapa tahun terakhir diekspor ke negeri Jepang. Salah satu kandungan terbesar di dalam porang adalah glukomanan yang merupakan serat alami dan larut dalam air. (Rls)
×
Berita Terbaru Update