Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Jokowi Tak Mau Lagi Ada Dispensasi Karantina, BIN-Polri Diminta Mengawasi

Rabu, 05 Januari 2022 | 13:26 WIB Last Updated 2022-01-05T07:29:37Z
Presiden Joko Widodo. (detikcom)
JAKARTA (Kliik.id) - 
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan agar tidak ada lagi dispensasi karantina bagi warga yang pulang dari luar negeri menyusul kenaikan kasus COVID-19 varian Omicron di Tanah Air. Dia minta Badan Intelijen Negara (BIN) dan Polri turun tangan mengawasi terkait karantina tersebut.

"Saya minta betul-betul utamanya yang terkait dengan Omicron ini adalah karantina, bagi yang datang dari luar negeri. Jangan ada lagi dispensasi, dispensasi. Apalagi yang bayar-bayar itu kejadian lagi," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas, Senin (3/1/2022).

"Kalau kita lihat, kenaikan menjadi 136 kasus ini hampir seluruhnya berasal dari kasus impor. Saya harapkan sekali lagi BIN, Polri, yang menyangkut urusan karantina agar betul-betul diawasi betul," tambahnya.

Jokowi Minta Fasilitas Kesehatan Disiapkan

Jokowi juga meminta fasilitas kesehatan di pusat dan daerah terus disiapkan. Kenaikan kasus Omicron harus menjadi perhatian.

"Saya ingin menyampaikan bahwa kasus Omicron sudah mengalami lonjakan, kasus Omicron mengalami lonjakan hari ini menjadi 136 kasus. Oleh sebab itu, saya ingin ingatkan kembali langkah-langkah yang harus kita lakukan utamanya mengenai persiapan fasilitas-fasilitas kesehatan yang kita miliki baik pusat maupun daerah," ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan langkah mitigasi itu perlu dipersiapkan secara matang karena sudah terjadi penularan lokal kasus Omicron. Selain itu, masyarakat sudah mulai beraktivitas.

"Karena tadi pagi saya mendapat informasi bahwa sudah terjadi transmisi lokal kasus Omicron sehingga prosedur mitigasi harus betul-betul kita siapkan. Apalagi kita memasuki tahun baru dan di bulan Januari seluruh sektor sudah bergerak dengan aktivitas-aktivitasnya, baik utamanya yang besar yaitu di sektor pendidikan dan perkantoran," tutur Jokowi. (Detik)
×
Berita Terbaru Update