Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Booster Vaksin COVID-19 Dimulai 12 Januari, Satgas Beberkan Risiko KIPI

Rabu, 05 Januari 2022 | 08:44 WIB Last Updated 2022-01-05T04:47:03Z
Foto ilustrasi. (detikcom)
JAKARTA (Kliik.id) - 
Pemberian dosis ketiga atau booster vaksin COVID-19 ditargetkan bakal dilakukan 12 Januari mendatang, menyasar prioritas kelompok lansia. Satgas COVID-19 menyebut berdasarkan uji klinis yang sudah berlangsung, tidak ditemukan risiko Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pasca penyuntikan booster.

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, menyebut pemberian booster dilakukan setelah ada rekomendasi dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Akan tetapi, Prof Wiku belum memberikan rincian jenis vaksin COVID-19 yang digunakan.

"Booster akan dilakukan 12 Januari mendatang sesuai target WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) pada trimester pertama 2022 setelah rekomendasi resmi dari ITAGI dan BPOM, termasuk jenis vaksin yang akan digunakan," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (4/1/2022).

Tidak ada indikasi KIPI berat

Ia menambahkan, berdasarkan uji klinis yang sudah berlangsung, tidak ditemukan KIPI berat pada penerima vaksin booster. Kemudian, booster vaksin COVID-19 disuntikkan dalam waktu minimal enam bulan setelah suntikan dosis vaksin COVID-19 kedua.

"Sejauh ini telah dilakukan uji klinis pemberian vaksin, tidak ditemukan adanya indikasi KIPI berat pada subjek penelitian dan direkomendasi bahwa antara pemberian dosis 2 dan 3 minimal 6 bulan setelahnya," terang Prof Wiku.

"Dosis 3 terdahulu diberikan pada populasi lebih dari 60 tahun domisili kabupaten dan kota yang telah mencapai vaksin dosis pertama minimal 70 persen penduduk dan dosis kedua pada minimal 60 persen penduduk," pungkasnya. (Detik)
×
Berita Terbaru Update