Notification

×

Iklan

Banner Iklan DPRD Tebing Tinggi

Viral di Medsos, Ayah Cabuli Putri Kandung 6 Tahun di Sergai Ditangkap di Aceh

Jumat, 10 Desember 2021 | 19:36 WIB Last Updated 2021-12-11T05:41:57Z
Kasat Reskrim Polres Sergai AKP Made Yoga Mahendra saat memaparkan kasus pencabulan terhadap putri kandung.
SERDANGBEDAGAI (Kliik.id) - 
Polres Serdangbedagai (Sergai), Sumut, berhasil menangkap Herman (35), warga Kecamatan Dolok Masihul, Sergai.

Ia merupakan pelaku pencabulan yang dilakukan terhadap putri kandungnya sendiri yang masih berusia 6 tahun.

Pelaku di tangkap pada Rabu (8/12/2021) sekira pukul 11.00 WIB di Kecamatan Longkib, Kabupaten Subulussalam, Provinsi Aceh.

Kasat Reskrim Polres Sergai AKP Made Yoga Mahendra, menjelaskan awal kejadian pencabulan terjadi pada bulan November 2020 di rumah pelaku di Kecamatan Dolok Masihul.

"Pencabulan baru diketahui pada Jumat 28 Mei 2021 sekira pukul 06.30 WIB," ujar Made dalam konferensi pers, Jumat (10/12/2021).

Kasus ini sempat viralnya di sosial media maupun media massa. Dan berdasarkan laporan pihak korban, Polres Sergai melakukan penyelidikan hingga pelaku ditangkap.

"Hari ini kami paparkan (konferensi pers) bahwa kami sudah mengamankan pelaku," kata Made.

Kronologi penangkapan bermula dari adanya informasi dari masyarakat sekitar di rumah pelaku. Kemudian tim juga mencari informasi dari luar bekerjasama dengan Polres Subbussalam dan Polsek Longkib bahwa pelaku berada disana.

"Pelaku melarikan diri dan kami sudah berusaha untuk mengejar, tapi pelaku selalu berhasil melarikan diri dan hari ini sudah diamankan," katanya.

Made menjelaskan, pelaku melakukan pencabulan terhadap putrinya saat ibu korban sedang bekerja di luar kota. Mereka hanya tinggal bertiga bersama neneknya.

"Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui hanya mencoba-coba. Pelaku melakukannya sudah sebanyak 3 kali. Pertama di rumah neneknya dan rumah korban," ujar Made.

Pelaku dikenakan Pasal 82 ayat 1 dan 2 Pasal 76E dari UU RI No 17 tahun 2016 dengan ancaman hukuman 15 penjara.

Sebelumnya diberitakan, akun media sosial Facebook bernama 'Murni Andayani Silalahi Sipudan' yang menyebut anaknya dicabuli oleh ayah kandungnya, yang merupakan mantan suaminya, bernama Herman, viral.

Murni mengaku telah bercerai dengan suaminya sejak tahun 2019 lalu. Dilihat dari foto kartu tanda penduduk (KTP) yang diunggah, Herman (35) merupakan warga Dusun I, Desa Blok 10, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Sergai, Sumatera Utara.

Akun 'Murni Andayani Silalahi Sipudan' juga memposting foto laporan polisi ke Polres Sergai, pada 28 Mei 2021 dengan nomor: STTLP/97/V/2021/SU/RES SERGAI. Namun hingga kini pelaku masih berkeliaran.

"Ini adalah ayah dari anak saya. Dia manusia yang tega mecabuli anak kandungnya yang berusia 6 tahun dan saya sudah melapor ke Polres Serdangbedagai pada Mei 2021, tetapi karena manusia biadap ini kabur jadi belum tertangkap sampai sekarang," tulisnya saat dilihat Kliik.id, Rabu (8/12/2021).

Murni menyebut Herman telah kabur ke Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Ia meminta kepada masyarakat yang melihat pelaku dapat melaporkan ke polisi.

Ia menceritakan awal mula mengetahui anaknya yang berusia 6 tahun menjadi aksi bejat ayahnya ketika sang anak mengeluhkan sakit pada bagian alat vitalnya.

Saat itu ia tak begitu memperhatikan lantaran sedang merantau ke Medan untuk bekerja. Hingga akhirnya ia pun pulang ke Sergai untuk melihat kondisi anaknya yang semakin sering mengeluh sakit.

Ketika diperiksanya, ia melihat perbedaan pada alat kelamin sang anak hingga ia pun menanyakan apa yang terjadi. Di situ sang anak mengaku telah dicabuli ayah kandungnya.

Anaknya yang berusia enam tahun itu mengaku diancam akan dibunuh oleh ayahnya jika memberitahu tentang pencabulan tersebut.

"Aku takut, di bilang ayah kalau kau bilang sama mamak ku pijak kau, ku bunuh kau nanti. Itu yang buat dia gak berani cerita," tulisnya.

Atas kejadian itu, ia meminta agar pelaku yang masih dugaan pencabulan terhadap anak kandungnya yang berkeliaran segera ditangkap.

"Saya berpisah dengan dia (suami) karena dia tidak punya tanggung jawab, tidak mau bekerja," katanya.

"Saya mohon bantuannya kepada bapak atau rekan-rekan yang melihat dan tau keberadaan orang tersebut. Terima kasih," tutupnya. (Rls)
×
Berita Terbaru Update