Notification

×

Iklan

Banner Iklan DPRD Tebing Tinggi

Sandiaga Minta Masyarakat Tidak Liburan ke Luar Negeri saat Nataru

Selasa, 14 Desember 2021 | 10:46 WIB Last Updated 2021-12-14T04:16:26Z
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno. (detikcom)
JAKARTA (Kliik.id) - 
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno mengimbau masyarakat untuk tidak berlibur di luar negeri selama libur Natal dan Tahun Baru 2022. Hal ini untuk mencegah masuknya COVID-19 varian omicron sekaligus menggerakkan ekonomi bangsa.

Imbauan tersebut disampaikan Sandiaga usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Gambir, Jakarta Pusat pada Senin (13/12/2021).

Dalam kesempatan itu, lanjutnya, dipaparkan evaluasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), khususnya terkait COVID-19 varian omicron serta persiapan Nataru.

Jokowi dalam arahannya mengungkapkan varian omicron masih dalam situasi yang sangat dini dan belum banyak informasi. Oleh karena itu, kebijakan pengetatan karantina selama 10 hari akan terus dilakukan.

Selain itu, Jokowi diungkapkan Sandiaga Uno menginstruksikan kepada aparat penegak hukum, TNI-Polri untuk ikut mengawasi.

Selanjutnya, Jokowi katanya juga menegaskan agar seluruh pihak dapat disiplin menerapkan Aplikasi Peduli Lindungi dalam kegiatan wisata, baik destinasi wisata mal dan restoran.

"TNI-Polri dilibatkan untuk mengawasi, agar penggunaan Aplikasi Peduli Lindungi ini terintegrasi dalam kegiatan pariwisata dan diharapkan ada peningkatan dalam periode Nataru," jelas Sandiaga Uno.

Sandiaga sebelumnya mengatakan jumlah wisatawan domestik diprediksi bakal melonjak seiring ditiadakannya PPKM Level 3 saat libur Natal dan Tahun Baru. Jakarta diperkirakan masih jadi destinasi favorit.

"Berdasarkan data yang kami pantau, yang paling nyata di ibu kota di Ancol, kemarin kita juga datang ke Pulau Seribu, Setu Babakan, Taman Mini dan destinasi lainnya, rata-rata kunjungan meningkat 2-3 kali lipat saat Nataru," kata Sandiaga.

Wisata di Jakarta dan sekitarnya diprediksi akan diserbu wisatawan karena tren berwisata di lokasi yang dekat tengah naik daun, ketimbang bepergian menggunakan pesawat ke daerah lain.

Melihat hal ini, Sandiaga mengingatkan kepada pengelola wisata untuk tetap disiplin menjaga protokol kesehatan. Selain itu, kuota pengunjung 75 persen juga harus dipatuhi.

"Ada penyesuaian dan pembatasan dan panduan bahwa mereka hanya dapat menampung 75 persen. Kita akan bekerjasama dengan pengelola dan petugas, melibatkan Pemda dan stakeholder lainnya untuk memastikan tidak terjadi kepadatan dan tidak terjadi potensi meningkatkan COVID-19," kata dia.

Untuk mengelola kerumunan, Sandiaga mengimbau destinasi wisata memberlakukan reservasi online. Di samping itu, pengelola wisata dan masyarakat juga perlu disiplin menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

"Kalau di Ancol sudah menerapkan sistem online reservation. Destinasi lain diharapkan melakukan hal yang sama," ujarnya.

Selanjutnya, Sandiaga juga berpesan kepada wisatawan untuk berwisata secara bertanggung jawab. Ia mengingatkan, pandemi COVID-19 belum usai sehingga berwisata harus tetap menggunakan prinsip kehati-hatian.

"Berwisatalah dengan penuh tanggung jawab, seandainya ada potensi satu destinasi penuh atau melebihi kapasitas lebih baik ditunda kunjungan ke destinasi tersebut dan disesuaikan saat tidak terlalu banyak kunjungan dari wisatawan," ujar Sandiaga. (Detik)
×
Berita Terbaru Update