Notification

×

Iklan

Banner Iklan DPRD Tebing Tinggi

Polda Sumut Bongkar Penipuan Modus Masuk Akpol, Korban Rugi Rp 600 Juta

Senin, 20 Desember 2021 | 07:47 WIB Last Updated 2021-12-21T01:51:22Z
Pelaku penipuan masuk Akpol saat diamankan di Polda Sumut.
MEDAN (Kliik.id) - 
Tim Subdit IV Renakta Direktorat Reskrimum Polda Sumut mengungkap kasus penipuan dan penggelapan dengan modus bisa mengurus masuk Akademi Kepolisian (Akpol).

Dalam pengungkapan kasus ini, petugas mengamankan seorang pelaku bernama Imam Wahyudi.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, mengatakan kasus itu berawal ketika Efendi Setiawan mempertemukan Imam Wahyudi dengan korban Syaiful Bahri di salah satu kafe untuk mengurus anak korban bernama Abdul Mutholib bisa masuk Akpol.

"Dalam pertemuan itu Imam Wahyudi menyanggupi dan meminta uang sebesar Rp 600 juta kepada Syaiful Bahri agar anaknya bisa masuk Akpol," ujar Hadi kepada wartawan, Minggu (19/12/2021).

Lebih lanjut, Hadi mengungkapkan korban Syaiful Bahri pun mengirimkan uang sebesar Rp600 juta kepada Imam Wahyudi dengan cara Rp400 juta ke rekening Bank Mandiri miliknya dan Rp200 juta ke rekening Bank BRI milik Sukardi

"Setelah uang sebesar Rp600 juta itu diberikan, ternyata Abdul Mutholib tidak bisa masuk Akpol. Sedangkan Imam Wahyudi sudah kabur," ungkapnya.

Merasa ditipu, korban pun melaporkan kasus ini ke Dit Reskrimum Polda Sumut. Petugas Subdit 5 Renakta Dit Reskrimum Polda Sumut yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku.

"Pelaku telah ditahan dan terancam hukuman di atas lima tahun penjara. Penyidik masih melanjutkan pendalaman beberapa orang terkait perannya masing," ucap Hadi.

Ketika diinterogasi, pelaku mengaku uang Rp600 juta yang diberikan korban telah dibagikan kepada pelaku lainnya, dengan rincian pelaku mendapat bagian sebesar Rp400 juta, Efendi Setiawan Rp139 juta, Nasrul sebesar Rp40 juta, Deny Reza sebesar Rp20 juta dan Sukardi sebesar Rp1 juta.

Hadi menghimbau kepada masyarakat bahwa rekrutmen anggota Polri itu menerapkan prinsip BETAH (Bersih, Transfaran, Akuntabel dan Humanis).

"Siapapun bisa mendaftar dan masuk tanpa bayar sepeser rupiah pun. Percaya diri dengan kemampuan dan terlebih penting adalah mempersiapkan diri jauh hari karena masuk menjadi anggota Polri tidak instan, jangan percaya kalau ada orang menawarkan diri bahwa bisa memasukkan menjadi anggota Polri dengan membayar sejumlah uang," pungkasnya. (Rls)
×
Berita Terbaru Update