Notification

×

Iklan

Di Bawah Malaysia, Ketahanan COVID-19 RI Peringkat Kedua Terbawah Sedunia

Selasa, 07 Desember 2021 | 08:41 WIB Last Updated 2021-12-07T01:41:21Z
Foto ilustrasi. (detikcom)
JAKARTA (Kliik.id) - 
Varian Omicron muncul, Bloomberg memperbarui penilaian ketahanan negara terbaik dan terburuk dalam respons pandemi COVID-19. Negara Eropa sebagian besar turun peringkat lantaran diamuk gelombang baru, seperti anjloknya Austria ke peringkat 31, kasus melonjak lagi sehingga menjadi negara pertama di Eropa yang kembali lockdown nasional.

Sementara Uni Emirat Arab menempati posisi pertama ketahanan terbaik respons COVID-19 dunia. Kasus di UEA tercatat rendah di bawah 100 per hari sejak pertengahan Oktober lalu. Kematian karena COVID-19 juga jarang dilaporkan. EUA menjadi salah satu negara dengan cakupan vaksinasi tinggi di dunia, lebih dari 200 dosis per 100 orang.

Asia Tenggara posisi terbawah

Di sisi lain, Asia Tenggara terus menempati peringkat terbawah. Filipina berada di posisi paling terakhir, diikuti oleh Indonesia, Vietnam dan Malaysia. Dua posisi paling terakhir yakni Filipina dan Indonesia telah memberikan kurang dari 100 suntikan COVID-19 per 100 orang, penghalang utama untuk meningkatkan skor mereka menurut Bloomberg.

Awal Oktober lalu, peringkat Indonesia lebih tinggi dari Malaysia dalam ketahanan melawan COVID-19. Namun, kini Malaysia berada di peringkat 50, dua peringkat lebih unggul ketimbang Indonesia. Singapura berada di posisi ke-37, naik dua peringkat dari sebelumnya.

Meski catatan kasus per 100 ribu di satu bulan terakhir Indonesia tercatat rendah, case fatality rate (CFR) atau tingkat kematian di Singapura 'hanya' 0,3 persen. Sementara dalam catatan Bloomberg 3 bulan terakhir, CFR Indonesia berada di 6,5 persen, Malaysia 1,5 persen.

Itulah yang menjadi penyebab lain peringkat Indonesia turun empat posisi, ke ranking 52. Analisis Bloomberg per 30 November ini belum melibatkan kekhawatiran atas munculnya varian Omicron.

Maka dari itu, mereka memberikan catatan ada kemungkinan risiko masing-masing negara kini bisa berubah usai mencatat Omicron. Meski begitu, data varian Omicron terbaru kini masih sangat terbatas termasuk apakah Corona B.1.1.529 ini benar-benar bisa 'membobol' pertahanan atau kekebalan pasca divaksinasi. (Detik)
×
Berita Terbaru Update