Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Rusia Juga Diamuk Corona, Lagi-lagi Cetak Rekor 1.241 Kematian

Minggu, 14 November 2021 | 07:35 WIB Last Updated 2021-11-14T03:39:22Z
Pandemi COVID-19 masih belum berakhir, kasusnya melonjak di sejumlah wilayah termasuk Eropa dan Rusia. (detikcom)
JAKARTA (Kliik.id) - 
Pandemi COVID-19 masih belum berakhir. Kasusnya melonjak di sejumlah wilayah termasuk Eropa dan Rusia. Bahkan di Rusia, rekor kematian kembali terpecahkan pada Sabtu (13/11/2021).

Tercatat sebanyak 1.241 kasus kematian terjadi dalam satu hari, tertinggi di negeri beruang putih tersebut sejak pandemi COVID-19 melanda. Angka ini menggenapkan jumlah kasus kematian di Rusia menjadi 254.167 kasus.

Di hari yang sama, tercatat 39.256 kasus konfirmasi positif sehingga total mencapai 9.031.851 kasus. Sedangkan kasus pasien sembuh tercatat sebanyak 33.802 kasus, sehingga total menjadi 7.754.764 kasus.

Peningkatan kasus positif maupun kematian yang dimulai sejak pertengahan September tampak melandai dalam beberapa pekan belakangan, tetapi satgas COVID-19 setempat kembali mencatat lonjakan.

Rekor kematian sebelumnya dicatatkan pada Rabu (10/11/2021). Sementara itu, Inggris dan Jerman masih menjadi wilayah dengan peningkatan kasus COVID-19 paling tinggi di Eropa pada Sabtu (13/11/2021).

Inggris mencatatkan 38.351 kasus dan 157 kematian, sedangkan Jerman 35.376 kasus dan 109 kasus kematian. Peningkatan kasus COVID-19 di Eropa juga menjadi sorotan organisasi kesehatan dunia WHO.

Dalam sepekan, wilayah ini mencatatkan hampir 2 juta kasus yang merupakan catatan angka tertinggi sejak pandemi berlangsung.

Sekjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengingatkan, vaksinasi yang tepat sasaran penting untuk mengatasi lonjakan kasus COVID-19. Meningkatkan cakupan vaksinasi memang penting, tetapi tidak kalah penting adalah menentukan sasaran yang tepat.

"Tidak hanya soal berapa banyak yang divaksinasi. Ini adalah tentang siapa yang divaksinasi," kata Tedros.

"Tidak masuk akal menyuntikkan booster pada orang dewasa sehat, atau pada anak-anak, ketika tenaga kesehatan, lansia, dan kelompok rentan lainnya di dunia masih menunggu giliran mendapat dosis pertama," tegasnya. (Detik)
×
Berita Terbaru Update