Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Kapolda, Gubsu dan Kasdam Tinjau Banjir di Sergai, Sungai Akan Dinormalisasi

Kamis, 18 November 2021 | 18:25 WIB Last Updated 2021-11-18T17:33:17Z
Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak bersama Gubsu Edy Rahmayadi dan Kasdam I/BB Brigjen TNI Didied Pramudito, berdialog dengan warga korban banjir di Kabupaten Sergai.
SERDANGBEDAGAI (Kliik.id) - 
Ribuan rumah di Desa Sei Rampah, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Sumatera Utara, terendam banjir dan warga pun terpaksa mengungsi di posko pengungsian.

Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, yang mendapat laporannya adanya ribuan rumah terendam banjir langsung menurunkan personel Polri, TNI, BPBD dan pemerintah daerah untuk membantu evakuasi masyarakat korban banjir serta mendirikan pos bantuan.

Ribuan paket sembako, perlengkapan pakaian langsung disalurkan kepada warga yang terdampak banjir karena meluapnya Sungai Bedagai akibat tingginya intensitas curah hujan.

Untuk memastikan warga yang mengungsi posko dalam keadaan sehat, Panca bersama Gubsu Edy Rahmayadi dan Kasdam I/BB Brigjen TNI Didied Pramudito, menyambangi lokasi banjir di Desa Sei Rampah, Sei Rampah Kabupaten Sergai, Kamis (18/11/2021).

Kedatangan rombongan disambut langsung Bupati Sergai Darma Wijaya dan Kapolres Sergai AKBP Ali Machmud. Setibanya di posko pengungsian yang lokasi tepat di samping sungai, Kapolda, Gubsu, Kasdam I/BB dan perwakilan Balai Wilayah Sungai (BWS) melihat langsung kondisi Sungai Bedagai yang nantinya akan dinormalisasi dan dipasang tanggul.

Kemudian, rombongan meninjau posko dan berdialog dengan warga yang terdampak banjir.

"Saya sebenarnya sudah dengar banjir ini sekitar dua minggu yang lalu. Untuk itu, saya bersama Kapoldasu datang kemari selain ingin menyerahkan bantuan juga ingin menyelesaikan permasalah banjir di Kabupaten Sergai," kata Edy.

Lebih lanjut, Edy mengungkapkan pemerintah akan mencari jalan keluar. Tapi warga yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) harus rela pindah.

"Kalau tidak ini akan terus-terusan banjir begini, karena perwakilan BWS yang saya bawa sudah pegang uang untuk mengerjakan sungai, tapi akan terhambat kalau rakyatnya yang berada di DAS tak mau pindah," pungkasnya. (Rls)
×
Berita Terbaru Update