Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

SADIS, Kepala Raja Situmorang Putus Dikapak Anaknya

Minggu, 17 Oktober 2021 | 11:02 WIB Last Updated 2021-10-17T05:58:43Z
Pelaku saat diamankan polisi
SAMOSIR (Kliik.id) - Pembunuhan sadis terjadi di Dusun III, Desa Sihusapi, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumut, Sabtu (16/10/2021) pukul 20.00 WIB.

Menurut informasi yang dihimpun, Minggu (17/10/2021), seorang anak tega memenggal kepala ayahnya, dan menganiaya sang ibu.

Pelaku bernama Budianto Situmorang memenggal kepala ayahnya, Sampe Raja Tua Situmorang (65), dan melukai ibunya, Kostaria Simarmata (63).

Kasat Reskrim Polres Samosir, AKP Suhartono, menjelaskan, peristiwa pembunuhan sadis itu bermula dari pelaku menganiaya ibunya. Melihat hal itu, ayah pelaku yang tengah menyantap makan malam langsung memarahi pelaku.

"Saat itu, pelaku tiba-tiba keluar dari dalam kamar dan memukul ayahnya pakai kayu. Pelaku juga mengambil parang untuk membacok ayahnya. Lalu menyeretnya keluar rumah," ujar Suhartono dalam keterangannya, Minggu (17/10/2021).

Setelah berada di luar rumah, kata Suhartono, pelaku memenggal kepala ayahnya hingga terpisah dari badan dengan menggunakan kapak. Setelah dipenggal anaknya, tubuh korban tergeletak di halaman rumah.

"Tidak sampai di situ, pelaku juga mengeluarkan hati ayahnya dari perut dan dibuang," katanya.

Kini, ibu pelaku yang dalam kondisi sekarat telah dibawa ke RSUD Hadrianus Sinaga Pangururaan, Samosir, guna menjalani perawatan medis.

Mendapat informasi ini, pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi. Polisi menemukan mayat tanpa kepala tergeletak di depan pintu rumah korban.

"Pelaku yang masih berada di dalam rumah diminta untuk menyerahkan diri. Kemudian, pelaku pun keluar dari dalam rumah dan langsung diamankan ke Sat Reskrim Polres Samosir," jelasnya.

Menurut informasi, lanjut Suhartono, pelaku diduga mengalami gangguan jiwa.

"Diduga mengalami gangguan jiwa dan sebelumnya juga sudah pernah dipasung," ujarnya.

Sementara, Kapolres Samosir, AKBP Josua Tampubolon, menjelaskan motif pembunuhan ini diduga karena sakit hati pelaku yang awalnya ditegur oleh ayahnya karena menganiaya sang ibu.

"Motifnya diduga pelaku sakit hati ditegur oleh ayahnya karena pelaku sempat menganiaya ibunya," ujar Josua.

"Dugaan sementara, pelaku ini adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Kita masih melakukan penyelidikan," pungkasnya. (Rls)
×
Berita Terbaru Update