Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

COVID-19 Masih Ada, Warga Kota Medan Diminta Tetap Waspada

Jumat, 15 Oktober 2021 | 06:18 WIB Last Updated 2021-10-15T01:25:57Z
Rapat koordinasi penanganan COVID-19
MEDAN (Kliik.id) - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Wiriya Alrahman, mengatakan bahwa saat ini Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kota Medan berada di level 2.

Meskipun membaik dari sebelumnya yang sempat mencapai PPKM Level 4 dan 3, Wiriya meminta masyarakat agar tetap waspada, karena virus COVID-19 masih ada dan siap menyerang saat tubuh lemah serta lengah.

"Saat ini Kota Medan telah berada pada PPKM Level 2. Ada kelonggaran pembatasan, baik kegiatan sosial maupun ekonomi. Namun, jangan sampai kondisi ini membuat kita lemah dan lengah. Sebab COVID-19 masih ada dan akan menyerang saat kita lemah dan lengah," ujar Wiriya saat memimpin rapat koordinasi penanganan COVID-19, Kamis (14/10/2021).

Di samping itu, kata Wiriya, ada beberapa hal yang menjadi perhatian bersama. Pada tanggal 10 Oktober 2021, pertambahan kasus konfirmasi positif COVID-19 sebanyak 12, kemudian pada 11 Oktober 2021 turun menjadi 10 kasus. Tanggal 12 Oktober kembali naik menjadi 12 kasus, dan 13 Oktober 2021 tercatat melonjak menjadi 31 kasus.

"Dari tanggal 10 sampai 12 Oktober tidak ada yang meninggal dunia, namun pada tanggal 13 Oktober tercatat satu orang meninggal. Ini menjadi warning bagi kita," kata Wiriya seraya mencontohkan kejadian Singapura yang kasus COVID-19 sempat turun namun belakangan melonjak tajam.

Wiriya meminta para camat di Kota Medan bertanggung-jawab untuk membawa warganya yang terkonfirmasi positif COVID-19 ke tempat isolasi terpadu (isoter) milik Pemerintah Kota (Pemko) Medan, baik di Hotel Novotel Soechi maupun Gedung Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK).

"Mulai hari ini, lakukan pendekatan secara persuasif dan humanis, agar warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 mau masuk ke isolasi terpadu milik Pemko Medan," ujar Wiriya dalam rapat yang diikuti para camat, kepala puskesmas, pimpinan OPD, dan perwakilan TNI/Polri itu di Gedung PKK Kota Medan tersebut.

Wiriya mengatakan, penanganan dan pengawasan akan lebih efektif jika warga yang positif COVID-19 dirawat di tempat isolasi terpadu daripada menjalani isolasi mandiri di rumah sendiri.

"Masih banyak ruang di tempat isolasi terpadu kita. Saat ini tinggal 8 orang yang dirawat di isolasi terpadu milik Pemko Medan," jelasnya.

Wiriya berharap para camat bekerja dan terus melakukan pemantauan di wilayah masing-masing. Camat harus mempunyai data nama dan alamat warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 dan menjalin kerja sama dengan pihak Puskesmas untuk melakukan tracing dan testing.

"Pak Wali Kota juga menginginkan para camat melakukan monitoring dan memberikan laporan penanganan COVID-19 di wilayah masing-masing," ujar Wiriya.

Wiriya juga meminta agar para camat dan kepala puskesmas mempercepat program vaksinasi. Saat ini, Medan telah mendapat 112 ribu vaksin Pfizer. Vaksinasi COVID-19 diprioritaskan untuk lansia juga anak usia 12 sampai 18 tahun untuk mendukung Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Khusus untuk lansia, pelaksanaan vaksinasi COVID-19 diharapkan dapat dilakukan dengan cara door to door. (Rls)
×
Berita Terbaru Update