Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Hindari Kasus COVID-19 Kembali Meningkat, Satgas Imbau Masyarakat Tetap Disiplin Prokes dan Ikuti Vaksinasi

Jumat, 24 September 2021 | 09:05 WIB Last Updated 2021-09-24T04:09:11Z
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito
JAKARTA (Kliik.id) - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mengimbau masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan disiplin serta mengikuti program vaksinasi COVID-19 yang saat ini tengah berlangsung. Hal ini dilakukan untuk menghindari meningkatnya kembali kasus aktif COVID-19. 

Adapun protokol kesehatan yang dimaksud adalah memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, dalam keterangannya, Kamis (23/9/2021), mengatakan, berdasarkan pengalaman dari negara lain, kasus aktif COVID-19 kembali meningkat tajam karena program vaksinasi COVID-19 yang dijalankan negara tersebut tidak diiringi dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Wiku mencontohkan Singapura yang mengalami lonjakan kasus aktif COVID-19 karena kebijakan relaksasi dilakukan dengan berfokus pada penguatan 3T dan peningkatan cakupan vaksinasi, namun kurang berfokus pada upaya pencegahan yaitu protokol kesehatan di tempat-tempat umum seperti restoran dan tempat makan, di bandara, tempat karaoke, mal hingga terminal bus. Sehingga klaster-klaster baru mulai bermunculan.

Hal yang sama dialami Finlandia yang mengalami peningkatan kasus aktif COVID-19 dimana karena tim sepak bola yang datang dari Rusia tanpa dilakukan tes skrining terlebih dahulu.

Selain itu, masyarakat disana cenderung tidak merespon upaya tracing pemerintah. Sehingga menghambat pelacakan dan penanganan kasus sejak dini.

"Sementara di Inggris dilakukan relaksasi aktivitas sosial-ekonomi dan utamanya pembukaan sekolah tatap muka. Relaksasi ini dilakukan secara kurang berhati-hati dan kurang memperhatikan kesiapan seluruh unsur yang terlibat. Akibatnya, kasus COVID-19 meningkat," jelasnya.

Di Jepang, klaster di sekolah pun mulai bermunculan. Terdapat juga kluster atau penambahan kasus COVID-19 yang berhubungan dengan kegiatan olimpiade Tokyo 2021.

"Meskipun pembatasan yang ketat dalam olympic games, namun hal tersebut masih berpengaruh signifikan terhadap pola kegiatan sosial masyarakat di Jepang. Masyarakatnya cenderung berkerumun untuk menonton pertandingan bersama-sama di bar cafe maupun restoran," tutur Wiku.

Untuk di Amerika Serikat, cakupan vaksinasi yang tinggi tidak dibarengi dengan pengawasan dan pelaksanaan protokol kesehatan yang baik. Tidak wajibnya penggunaan masker di beberapa tempat umum saat aktivitas sosial-ekonomi sudah berjalan normal, menjadi salah satu penyebab.

Wiku mengatakan, terjadinya lonjakan kasus di berbagai negara ini mengajarkan Indonesia agar tidak hanya bergantung pada tingginya cakupan vaksinasi saja untuk mencapai endemi COVID-19. Dan penting dipahami bahwa target vaksinasi saat pandemi adalah untuk membentuk kekebalan komunitas.

Adapun kekebalan komunitas baru dapat terbentuk dengan sempurna jikaseluruhnya telah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap. Untuk itu masyarakat diminta jangan berpuas diri dan merasa aman hanya dengan vaksin, terutama jika vaksin dosis pertama.

Wiku menekankan, endemi dapat tercapai apabila peningkatan cakupan vaksinasi dibarengi dengan upaya kolektif lainnya. Yaitu pengawasan protokol kesehatan kepatuhan seluruh masyarakat, kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dan peningkatan tes COVID-19 serta pelacakan kontak erat.

"Dengan mobilitas yang mulai meningkat serta aktivitas sosial-ekonomi yang sudah mulai kembali berjalan saat ini, maka saya ingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat agar tetap disiplin protokol kesehatan sehingga kita tidak harus kembali belajar melalui lonjakan kasus," pungkas Wiku. (Rls)
×
Berita Terbaru Update