Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

TERHARU, Bupati Sergai dan Dermawan Gotong Royong Lunasi Biaya Bersalin Warga

Sabtu, 24 Juli 2021 | 15:17 WIB Last Updated 2021-07-24T13:26:09Z
Bupati Sergai Darma Wijaya saat mengunjungi Sisi Handayani dan bayi nya.
SERDANGBEDAGAI (Kliik.id) - Air mata Sisi Handayani (29) tidak terbendung ketika mendengar biaya persalinannya sudah dilunasi oleh Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Darma Wijaya dengan cara bergotong royong.

Kini, Sisi beserta suami dan bayinya sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya di Lingkungan IV, Kelurahan Tualang, Kecamatan Perbaungan, Sergai, Jumat (23/7/2021) pukul 22.30 WIB.

Sebelum dilunasi, Bupati Darma Wijaya mendapat kabar bahwa Sisi belum bisa pulang ke rumah karena belum melunasi biaya persalinan yang tersisa Rp 2,2 juta lagi di RS Sawit Indah, Perbaungan, Sergai.

Bersama wartawan, Darma Wijaya langsung ke RS Sawit Indah ditemani Syahrianto dan beberapa rekannya. Dengan cara bergotong royong akhirnya terkumpul uang sebesar Rp 2,2 juta.

"Ini uang hasil gotong royong dan Alhamdulillah bisa melunasi sisa biaya persalinan dan sudah bisa pulang ke rumah," ujar Darma Wijaya alias Wiwik disambut tangis Sisi.

Sisi selama 32 hari tertahan di RS Sawit Indah. Suaminya Rudi Prastio (30) tidak mampu melunasi biaya persalinan dan perawatan sebesar Rp 8 juta.

Meski pihak rumah sakit sudah memberikan keringanan untuk membayar biaya operasi sebesar Rp 4,9 juta, namun pekerjaanya sebagai buruh pencari rumput ternak tidak mampu untuk membayarkan biaya operasi persalinan istrinya.

Bermodal informasi berharap mendapat bantuan, akhirnya didengarkan para dermawan, termasuk Ketua DPRD Sergai Risky Ramadhan, Wabup Sergai Adlin Tambunan, Lurah setempat dan beberapa dermawan lainnya terlebih dahulu memberikan bantuan.

Selanjutnya disusul Bupati Sergai, Syarianto dan beberapa dermawan lainnya akhirnya Jumat (23/7/2021) sekitar pukul 22.30 WIB, Sisi dan bayinya bisa pulang ke rumah.

Kepada wartawan, Sisi mengaku sempat berpikir untuk bunuh diri dan membunuh anaknya karena sudah frustasi tidak bisa pulang ke rumah. Setiap malam ia menangis agar bisa pulang ke rumah karena sudah sangat rindu untuk berkumpul bersama keluarga di rumah.

"Alhamdulillah nak kita pulang, kita pulang," ucapnya menangis sambil mencium anaknya.

Sisi dan Rudi mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga kepada Bupati Sergai yang telah bergotong royong melunasi biaya persalinan istrinya, begitu juga para dermawan lainnya.

"Saya hanya pekerja pencari rumput ternak orang, perhari hanya bergaji Rp 30 ribu, uangnya habis untuk makan dan beli susu anak, tidak bisa melunasi biaya operasi, saya sangat berterima kasih sekali kepada orang yang telah membantu saya," papar Rudi. (Rls)
×
Berita Terbaru Update