Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Pasca Bentrok di Belawan, 6 Orang Diamankan, Kapolres: Bukan Dipicu Isu SARA

Rabu, 21 Juli 2021 | 23:34 WIB Last Updated 2021-07-22T02:39:12Z
Konferensi pers bentrok di Belawan
MEDAN (Kliik.id) - Polres Pelabuhan Belawan berhasil menangkap 6 otak pelaku aksi tawuran antar warga yang terjadi di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, pada Rabu (21/7/2021) dini hari.

Keenam pelaku yang ditangkap yakni MS (17), K (17), RA (17), AP (17), AA (14) dan BWB (31).

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP MR Dayan menjelaskan, bentrokan terjadi bukan karena isu SARA yang sempat beredar, namun karena hal sepele berupa saling ejek yang selama ini biasa terjadi.

"Atas ejek-ejekan tersebut, tersangka BS yang saat ini masih diburu mengajak teman-temannya warga Yong Panah Hijau untuk patungan merakit bom molotov dan menyerang warga Maden Baru," ujar Dayan dalam konferensi pers, Rabu (21/7/2021) malam.

Akibat serangan bom molotov tersebut, beberapa rumah dan warung milik warga mengalami kerusakan. Bom molotov juga jatuh di halaman sebuah gereja yang terletak di lokasi.

Atas serangan tersebut, kata Dayan, warga Maden Lama menyerang balik kelompok BS sampai kembali ke Yong Panah Hijau dan mengajak teman-temannya yang lain hingga bentrokan pun semakin meluas.

"Jadi 6 orang yang kami tangkap ini merupakan pelaku penyerangan dan penjarahan ke rumah dan toko milik warga yang rusak akibat bentrokan tersebut, 1 diantaranya sudah dewasa sementara 5 lainnya masih dibawah umur," katanya.

Terkait adanya isu SARA yang beredar, lanjut Dayan, dirinya sudah datang ke Mesjid dan Gereja yang ada disana dan menjelaskan kepada pengurus Mesjid dan Gereja bahwa isu SARA tersebut tidak ada.

"Bentrokan yang terjadi sudah direncanakan karena permasalahan sepele ejek-ejekan," ungkapnya.

Kapolres juga sudah mengumpulkan Camat, Lurah dan Kepling untuk penyelesaian permasalahan yang terjadi dan menyiagakan personil Polres Pelabuhan Belawan dibantu personil Brimob dan Sabhara Polda Sumut di lokasi untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan.

"Saya himbau kepada warga agar tidak mudah terprovokasi dan ikut-ikutan mengingat situasi saat ini sedang PPKM Level 4 dimana kita semua harus menghindari kerumunan. Sebab dari 6 orang yang kita tahan, ternyata 1 diantaranya reaktif Covid-19," pungkasnya. (Rls)
×
Berita Terbaru Update