Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan RSI

Awali Karir dari Cleaning Service, Kajari Tebingtinggi Mustaqpirin Akan Jabat Asintel Kejati Sumbar

Kamis, 22 Juli 2021 | 15:43 WIB Last Updated 2021-07-23T02:57:48Z
Kajari Tebingtinggi Mustaqpirin
TEBINGTINGGI (Kliik.id) - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tebingtinggi, Sumut, Mustaqpirin mendapat kenaikan pangkat dan jabatan baru sebagai Asisten Intelijen (Asintel) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Barat (Sumbar).

Adapun serah terima jabatan (Sertijab) akan digelar 29 Juli 2021 nanti di Kejati Sumatera Barat.

Banyak yang tidak mengetahui, ternyata Mustaqpirin yang terkenal periang dan tegas ini memulai karir di Korps Adhyaksa sebagai cleaning service (Petugas Kebersihan) di Kejari Semarang pada tahun 1986.

Namun semuanya berubah saat pembukaan CPNS Kejaksaan. Mustaqpirin mengadu nasib dan akhirnya lulus dan bertugas di Kejari Kendal pada tahun 1987.

"Dari cleaning servis di Kejari Semarang tahun 1986. Terus kemudian tahun 1987 ada pembukaan CPNS kejaksaan. Karena persyaratan administrasi saya memenuhi syarat, saya mengikuti seleksi. Alhamdulillah, saya lulus dan pertama tugas di Kejari Kendal," ujar Mustaqpirin saat ditemui Kliik.id pada momen Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-61 dan HUT Ikatan Adhyaksa Dharmakarini ke-21, Kamis (22/7/2021).

Mustaqpirin mengaku, dirinya tak pernah berpikir menjadi jaksa seperti saat ini. Ayahnya (alm) Mochtar hanya seorang petani dan (almh) ibunya hanya pedagang kain di Jepara, Jawa Tengah.

"Tentunya yang berjasa adalah orangtua saya yang menanamkan saya agar jujur, disiplin dan tanggungjawab. meskipun ayah saya petani, ibu pedagang kain di Jepara," kata Mustaqpirin yang sempat menjabat Kajari Luwuk di Sulawesi Tengah pada tahun 2017 lalu ini.

Masih berbincang dengan Kliik.id, Mustaqpirin mengaku akan merindukan suasana harmonis Kota Tebingtinggi dan teman-teman wartawan sebagai mitra kejaksaan selama ini.

"Teman-teman media yang saya akan sangat rindukan karena memberi kontrol fungsi kejaksaan. Ini tidak pernah saya dapatkan di tempat lain, disini banyak diskusinya," ujarnya saat ditanyai apa yang akan dirindukan saat berpindah tugas nanti.

Pria kelahiran Jepara, 27 Desember 1967 ini mengaku banyak khazanah yang ia rasakan selama 1,5 tahun di Kota Tebingtinggi. Yaitu adalah hubungan harmonis antarsuku dan agama, dimana harmonisnya hubungan masyarakat (tidak ada konflik sosial) tentu memberikan dampak positif terhadap pemerintah dalam rangka pelaksanaan program pembangunan.

"Budayanya dari campuran Melayu dan Batak tentu menambah khazanah saya memandang kebhinekaan kita. Ada juga beberapa UMKM yang harus mendapat perhatian seperti roti kacang, lemang, karena ini sektor riil ini dapat memberi kesejahteraan masyarakat," ucap ayah 3 anak ini.

Mustaqpirin mengatakan dirinya mendapat dukungan dari banyak pihak, mulai dari masyarakat, media, lembaga swadaya masyarakat dan satuan perangkat kerja lainnya.

"Selama setahun enam bulan di Kota Tebingtinggi, banyak dukungan dari masyarakat luas sekaligus juga begitu perhatiannya masyarakat memberikan hibah tanahnya melalui Pemko Tebingtinggi untuk gedung baru Kejaksaan melayani masyarakat. Masyarakat jangan segan segan untuk ke kantor memberikan dukungan, data, kritikan untuk kemajuan penegakan hukum," ujar pria yang sudah memiliki 4 cucu ini.

Perlu diketahui, Mustaqpirin memiliki gebrakan luar biasa saat menjabat Kajari Tebingtinggi pada tahun 2020. Pihaknya menetapkan Kepala Dinas Pendidikan Pardamean Siregar dan dua anggotanya sebagai tersangka kasus korupsi buku panduan pendidikan, yang merugikan negara sebesar Rp 2,4 miliar.

Sosok Mustaqpirin sangat diperhitungkan setelah mengungkap kasus kepala dinas 'abadi' ini. Karena, Pardamean selama belasan tahun memimpin Dinas Pendidikan Tebingtinggi, terkesan kebal hukum. (Redaksi)
×
Berita Terbaru Update