Notification

×

Iklan

Iklan

Dosis Ketiga Vaksin Sinovac Diklaim Tingkatkan Antibodi 20 X Lipat dalam 15 Hari

Kamis, 10 Juni 2021 | 09:17 WIB Last Updated 2021-06-10T05:01:55Z
Ilustrasi vaksin corona
JAKARTA (Kliik.id) - Sinovac mengklaim suntikan vaksin Corona ketiga mereka bisa meningkatkan respons imun tubuh hingga dua puluh kali lipat. Hal tersebut diungkap dalam uji klinis fase II usai relawan menerima suntikan ketiga vaksin Sinovac pasca tiga hingga enam bulan.

"Respons antibodi di dalam tubuh mereka bisa melonjak sepuluh kali lipat dalam seminggu dan dua puluh kali lipat dalam 15 hari," ujar Yin Weidong, kepala produsen vaksin Cina Sinovac, dikutip dari Global Times, Kamis (10/6/2021).

"Namun, Sinovac akan melakukan penelitian yang lebih menyeluruh dan lebih lama untuk menentukan waktu terbaik untuk menerima booster bagi masyarakat umum," sambung Yin.

Yin menjelaskan, setelah menerima dua dosis vaksin Corona, tubuh menghasilkan memori kekebalan. Sementara, kapan tepatnya dosis ketiga vaksin Corona dibutuhkan masih dipelajari para peneliti. Apakah vaksin Sinovac juga bisa melawan varian baru Corona?

Menurut juru bicara Liu Pericheng studi imunogenisitas terkait vaksin Sinovac terhadap varian baru Corona tengah berlangsung.

Menurutnya, inactivated vaccine Sinovac memiliki rute proses yang matang. Secara teori, strain-strain baru Corona seharusnya tidak berdampak pada rute proses efektifnya vaksin Sinovac. Meski begitu, Sinovac akan tetap melakukan uji coba skala kecil untuk memastikan hal tersebut.

Sementara itu, otoritas Cina tengah memperhitungkan kapan mereka akan memberikan vaksin Corona ketiga atau vaksin booster kepada masyarakatnya.

Perhitungan berdasarkan analisis kelompok awal vaksinasi untuk memerangi strain atau mutasi baru Corona.

"Data dari orang yang divaksinasi enam bulan lalu sekarang sedang dianalisis, dan hasil awal menunjukkan bahwa tingkat antibodi untuk sekitar setengah dari mereka masih baik," jelas Shao Yiming, seorang dokter terkemuka dan ahli imunologi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, mengatakan kepada media.

"Dengan dukungan data ilmiah, kami akan menentukan kapan orang yang sudah lama divaksinasi harus diberikan suntikan booster," katanya. (Detik)
×
Berita Terbaru Update