Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan Lekkers

KEK Sei Mangkei di Simalungun Sepi Peminat, Apa Sebab?

Sabtu, 01 Mei 2021 | 21:42 WIB Last Updated 2021-05-01T14:54:05Z
KEK Sei Mangkei, Simalungun, Sumatera Utara
SIMALUNGUN (Kliik.id) - Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (30/4/2021).

Dalam kunjungan kerja perdananya setelah dilantik sebagai Menteri Investasi pada Rabu lalu (28/4/2021), Bahlil menyampaikan tujuan kunjungan adalah untuk melihat langsung permasalahan di KEK yang sudah dibangun sejak 2012 tersebut.

"Saya datang ke KEK Sei Mangkei untuk melihat lebih dekat dan melihat apa yang perlu diperbaiki, bagaimana mempercepat tenant-tenant ini bisa terisi. Ini kawasan yang kurang lebih hampir 2.000 ha, ternyata baru 5 tenant yang ada dan baru menempati 10% lahan," ujar Bahlil dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/5/2021).

Bahlil menyampaikan arahan Presiden Joko Widodo untuk menerapkan konsep Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang dalam pengembangan KEK Sei Mangkei.

"Mungkin kita akan mencari cocoknya apa disini. Karena kita ingin juga perputaran ekonomi di Simalungun ini bisa berjalan dengan baik. Penciptaan lapangan kerja hanya bisa terjadi dengan adanya investasi," kata Bahlil.

Kendala yang dihadapi dalam pengembangan KEK Sei Mangkei antara lain belum selesainya pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, akses kereta api, serta harga lahan dan harga gas yang tidak kompetitif.

Bahlil menjelaskan di dalam Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU CK), administrator KEK diberi kewenangan penuh dalam pengelolaan perizinan, namun datanya ada dalam sistem Online Single Submission (OSS).

"Kita penting melakukan percepatan perizinan investasi, sehingga multiplier effects akan diperoleh," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Simalungun Radiapo Hasiholan Sinaga menyampaikan kesiapan pemerintah daerah dalam membantu mengatasi kendala yang dihadapi KEK Sei Mangkei.

"Kami siap mendukung penuh perkembangan KEK Sei Mangkei ini. Ketika ini berkembang, maka akan mendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten Simalungun dan juga serapan tenaga kerjanya," tutur Radiapoh kemarin.

Sementara, Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Mohammad Abdul Ghani mengapresiasi kehadiran Menteri Investasi ke KEK Sei Mangkei sebagai wujud komitmen pemerintah dalam membantu percepatan investasi.

Harapannya agar KEK Sei Mangkei dapat berkembang seperti Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang di Jawa Tengah, dimana fase pertama seluas 450 hektare sudah berhasil terisi dalam waktu hanya 9 bulan.

"Sesuai yang disampaikan Pak Menteri, dengan investasilah kita bisa menumbuhkan ekonomi. Harapan kami kalau industri tumbuh, maka puluhan ribu orang menjadi karyawan kemudian menumbuhkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Kami akan ikut arahan Pak Menteri, seperti di Batang," ucap Gani.

Diketahui, KEK Sei Mangkei dikelola PT Kawasan Industri Nusantara yang merupakan anak usaha dari PTPN III.

KEK Sei Mangkei memiliki kegiatan utama berupa industri pengolahan kelapa sawit, pengolahan karet, pariwisata dan logistik.

Jika berjalan sesuai rencana, KEK Sei Mangkei diproyeksikan dapat menarik total investasi sebesar Rp 129 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 83.304 orang pada tahun 2031 mendatang. (Dtk/Rls)
×
Berita Terbaru Update