Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan Lekkers

Polsek Parapat Mandul, Pelaku Penganiaya Pemilik Rumah Makan Tak Diproses

Sabtu, 03 April 2021 | 13:08 WIB Last Updated 2021-04-03T07:30:48Z
Korban saat melaporkan kejadian penganiayaan.
SIMALUNGUN (Kliik.id) - Salah seorang pengunjung yang liburan ke Parapat, Simalungun, Sumatera Utara, diduga melakukan penganiayaan ke pemilik Rumah Makan di Jalan Haranggaol Kelurahan Tigaraja Kecamatan Girsang Sipangan Bolon.

Welly Anggreani (40) dan Marina Doorce (44), pengusaha Rumah Makan Marina terpaksa melaporkan tamunya, karena keduanya diduga dikeroyok dan dipukuli berkali-kali oleh Hendrik (27) warga asal Kota Medan.

Pelaku kini sudah dijemput kembali ke Medan, setelah sempat langsung pulang. Hendrik dan keluarganya tinggal di Kota Medan.

"Pelaku sudah dijemput anggota Polres Simalungun, setelah kasus ini diketahui oleh Kapolres Simalungun," ujar keluarga korban pemukulan, Sabtu (3/4/2021).

Hendrik diduga melakukan pemukulan berkali-kali. Tak cukup disitu, korban juga ditendang, setelah melakukan visum di IGD RSU Parapat, korban membuat laporan resmi ke Polsek Parapat.

Namun aneh, pelaku tidak langsung diperiksa oleh anggota Polsek Parapat dan bahkan pelaku diperkenankan pulang ke Medan. Hal ini sempat dikeluhkan korban saat dikonfirmasi wartawan tadi malam.

"Beruntung saya melihat Pak Kapolres (AKBP Agus, red). Selanjutnya saya memberitahukan kronologisnya kepada Bapak Kapolres, dan kita tunggu aja, tindakan selanjutnya kepada pelaku itu bang," ujar korban.

Didampingi para saksi yakni Riady Humasak Lumbantoruan (49) dan Icut Mutia (18), korban menceritakan kronologis kejadian sebelum perlakuan kasar itu terjadi.

Saat berada di Polsek Parapat, korban menceritakan kronologi kejadian, bahwa pada Jumat 2 April 2021 sekira pukul 12.00 WIB, pelaku hendak makan siang di warungnya.

"Kemudian pelanggan tersebut bilang kepada Marina sekaligus memesan ikan goreng dan bakwan yang sudah masak dipanaskan untuk digoreng kembali dan Marina pun menyanggupinya. Setelah selesai digorengnya, lalu disajikan ke meja pelaku. Akan tetapi pelanggan bilang kepada saya tidak jadi makannya, kemudian 'Ya udah tidak apa-apa, kata Marina," kata korban.

Kemudian, pelanggan tersebut bilang kepada Marina dengan bahasa kotor. 

"Mungkin dia pikir saya tak ngerti. Saat mau keluar setelah membayar tiba-tiba mendatangi dan pelaku memukul saya sebanyak tiga kali dan memukul dada saya. Setelah itu pelaku memaki saya dibilangnya lagi sama saya 'buka jilbabmu' sambil cakap kasar. Dia memukul pelipis sebelah kiri berulang kali. Akibat pemukulan saya mengalami luka lecet dan tubuh saya tak berdaya, itulah sebabnya saya melaporkan ke Polsek Parapat," imbuhnya.

Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo saat dikonfirmasi membenarkan laporan ini.

"Terduga pelaku sedang dijemput ke Medan," ujar Agus.

Sementara itu, lambannya penanganan kasus setelah kejadian di Polsek Parapat, menurut warga yang menyaksikan kejadian tersebut, perlu jadi perhatian Kapolres Simalungun. Sebab Polsek Parapat kali ini terlihat tumpul.

Sudah banyak kejadian di wilkum Polsek Parapat ini tidak tertangani dengan baik, sebut saja banyaknya kehilangan sepeda motor, pemalakan supir dan pungli, dan kejadian yang didepan mata pun tak bisa ditangani dengan baik.

"Kota wisata ini harus nyaman dan kondusif loh," ujar P Sirait di Siburakburak. (AS)
×
Berita Terbaru Update