Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan Lekkers

Kubu Moeldoko Minta SBY Bikin Partai Baru, Demokrat Teriak Maling!

Senin, 05 April 2021 | 22:34 WIB Last Updated 2021-04-05T15:58:38Z
Wasekjen DPP Demokrat Ossy Dermawan
JAKARTA (Kliik.id) - Kubu Moeldoko meminta Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY membentuk partai baru. Wasekjen Demokrat Ossy Dermawan berang!

"Pemerintah telah mengakui keabsahan Partai Demokrat di bawah Ketum AHY. Saran saya, kubu KSP Moeldoko harus belajar menerima kenyataan pahit ini," kata Ossy kepada wartawan, Senin (5/4/2021).

Ossy yakin kubu Moeldoko amat sulit mengakui kekalahan dari Demokrat. Menurut Ossy, publik sudah mengecap kubu Moeldoko sebagai maling partai orang.

"Saya akui pasti berat mengakui kekalahan dan kesalahan, apalagi persepsi publik sudah merekam kuat bahwa KSP Moeldoko dan gerombolannya tak lebih dari sekadar maling atau pembegal partai orang," ucap Ossy.

Staf pribadi Presiden ke-6 RI itu meminta kubu Moeldoko legowo menyikapi keputusan Kemenkumham soal Partai Demokrat. Dia berharap kubu Moeldoko tidak lagi asal melontarkan pernyataan ke publik.

"Tapi mereka harus menerimanya dengan lapang dada. Jika tidak bisa menerima dengan lapang dada, akhirnya pernyataan mereka menjadi irasional alias ngawur. Semakin ngawur akan semakin menjadi tertawaan publik," sebut Ossy.

Diberitakan sebelumnya, kubu Moeldoko menyarankan SBY membuat partai baru. Kubu Moeldoko menyebut ada yang menyarankan SBY membuat partai bernama Partai Keluarga Cikeas.

"Terkait opsi kedua Andi yang menawarkan membuat partai baru, kami bersama tokoh-tokoh pendiri Partai Demokrat yang dulu mereka berdarah-darah mendirikan partai tahun 2001, mempersilakan SBY untuk mendirikan partai baru," sebut juru bicara kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad.

"Jangan mengambil alih kepemilikan Partai Demokrat dari para pendiri dengan mengelabui para pengurus DPD dan DPC atas nama demokrasi. Terserah kepada SBY mau dikasih nama apa. Ada yang mengusulkan diberi nama PKC (Partai Keluarga Cikeas)," imbuhnya. (Detik)
×
Berita Terbaru Update