Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan Lekkers

Ini Bahaya Alat Rapid Antigen Bekas Orang Dipakaikan ke Orang Lain

Rabu, 28 April 2021 | 11:35 WIB Last Updated 2021-04-28T04:37:35Z
Petugas Polda Sumut periksa dugaan alat swab antigen bekas di Bandara KNIA
MEDAN (Kliik.id) - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) menjelaskan, bahaya mengerikan terhadap alat rapid test antigen bekas bila dipakai lagi ke tubuh manusia.

Menurut Satgas Covid-19 Sumut, tindakan petugas Kimia Farma yang menggunakan alat rapid antigen bekas di Bandara Kualanamu Indonesia Airport (KNIA) sangat keterlaluan.

"Kalau memang terbukti alat untuk rapid antigen itu alat bekas, ya keterlaluan sekali. Karena menggunakan alat bekas dari orang kepada orang lain kan berisiko sekali," ujar Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Sumut Aris Yudhariansyah dilansir dari Tribun Medan, Rabu (28/4/2021).

Aris menjelaskan, alat rapid test terdiri dari beberapa bagian. Semisal cangkang dan dacron. Jika dacron yang digunakan bekas hidung orang lain tentu sangat berbahaya bagi warga yang melakukan rapid test.

Arist menegaskan, alat untuk rapid test tidak boleh didaur ulang. Pasalnya, alat rapid test hanya boleh dipakai satu kali. Jika tidak, akurasi dari cangkangnya tidak lagi akurat. Dacron yang dimasukkan ke mulut dan hidung orang itu dapat menularkan penyakit.

"Kalau itu benar alatnya bekas dan telah digunakan orang, lalu digunakan ke orang selanjutnya, pertama bisa menularkan penyakit, bukan hanya Covid-19 tapi penyerta lainnya," ucapnya.

Arist pun mengaku Satgas Covid-19 Sumut sampai saat ini belum mendapatkan laporan yang valid soal kasus di Bandara KNIA.

"Kita belum mendapatkan laporan resmi karena ini kan sudah ditangani polisi. Mungkin kita hanya bisa memonitoring saja perkembangannya," ungkapnya.

Saat ditanya apakah Satgas Covid-19 Sumut pernah melakukan pemantauan atas penggunaan alat bekas tersebut, ia menjawab jika di wilayah Kota Medan dilakukan pemantauan.

"Tapi kalau di dalam bandara itu ada Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Itu wilayah mereka. Tapi kalau di luar dari situ kita tetap lakukan pemantauan. Misalnya SOP mengambil sampel, termasuk alat, sampah, dan hasilnya," sebutnya.

Berangkat dari kasus ini pun, Satgas Covid-19 Sumut akan melakukan pembaruan ketat dan inventarisir tempat-tempat yang dijadikan pemeriksaan Rapid Tes.

"Kita sudah buat tim dari dinas kesehatan provinsi untuk segera turun ke lapangan untuk memonitoring. Mungkin kalau hari ini sempat kita bergerak atau besok," katanya. (Tri/Rls)
×
Berita Terbaru Update