Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan Lekkers

PKB-PAN Dukung Gibran ke DKI, Parpol Lain Punya Jagoan Sendiri

Sabtu, 27 Maret 2021 | 08:19 WIB Last Updated 2021-03-27T01:19:29Z
Gibran Rakabuming Raka (Foto: ANTARA FOTO)
JAKARTA (Kliik.id) - Putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming Raka yang saat ini menjabat Wali Kota Solo digadang akan dibawa ke Pilgub DKI.

Ketum PKB Muhaimin Iskandar lah yang pertama kali menyatakan dukungan terhadap Gibran untuk maju di Pilgub DKI.

"Siap, pasti siap (mendukung)," kata Cak Imin usai bertemu Gibran di rumah dinas Wali Kota Solo, Loji Gandrung, Rabu (24/3/2021).

Namun, Cak Imin meminta Gibran membuktikan diri untuk bekerja mengembangkan Kota Solo. Dengan kesuksesan di Solo, Cak Imin yakin Gibran bisa melanjutkan karier politik ke jenjang yang lebih tinggi.

"Sangat bagus (jika Gibran maju Pilgub). Makanya sukses dulu Solo nanti bisa ke manapun. Insyaallah lah," ujar Cak Imin.

Lantas bagaimana dengan partai politik lain?

PAN

Dukungan terhadap Gibran pun datang dari PAN. Menurut PAN, Gibran berpeluang menang karena elektablitasnya bagus.

"Pilkada serentak akan diselenggarakan bulan November 2024, setelah Pemilu 2024 bulan April. Jika Mas Gibran berniat maju dan berpeluang besar menang karena memiliki elektabilitasnya bagus, tentu PAN akan mendukung di Pilkada DKI 2024," kata Wakil Ketua Umum DPP PAN Viva Yoga Mauladi kepada wartawan, Kamis (25/3/2021).

PAN, yang menjadi salah satu partai pendukung Gibran di Pilkada Solo, telah menyiapkan pasangan yang bisa mendampingi di Pilgub DKI 2024. Viva memprediksi Gibran dapat berpasangan dengan Zita Anjani, yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta.

"Dan saya memprediksi jika Mas Gibran dapat berpasangan dengan Mbak Zita Anjani, Wakil Ketua DPRD DKI yang kader PAN, tentu akan menambah peluang kemenangan dan peningkatan elektabilitas pasangan calon," ucapnya.

Partai Demokrat

Kemudian Partai Demokrat mengambil jalan berbeda. PD akan menyiapkan lawab untuk Gibran.

"Bappilu DPP Partai Demokrat memprioritaskan kader sendiri yang akan digadang-gadang maju Pilgub DKI nanti. Meskipun rencana revisi UU No 10 Tahun 2016 tentang Pilkada masih dinamis akibat perubahan sikap beberapa partai politik, namun Bappilu Partai Demokrat tetap mempersiapkan diri sebagai antisipasi," kata Deputi Bappilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani kepada wartawan, Jumat (26/3/2021).

Partai Demokrat, kata Kamhar, memberi kesempatan kader internal untuk merebut hati warga DKI Jakarta. Kader-kader itu, menurut Kamhar, berpengalaman di eksekutif hingga legislatif.

"Untuk DKI sendiri, yang merupakan etalase politik nasional, bahkan sebelumnya dikenal sebagai pilkada cita rasa pilpres, Partai Demokrat menyiapkan dan memberi kesempatan kepada kader-kader terbaik untuk tampil merebut hati dan pikiran rakyat. Tentunya kader yang dipersiapkan adalah kader dengan pengalaman dan jam terbang yang memadai, baik pengalaman di eksekutif, legislatif, ataupun keduanya," ujarnya.

PKS

Sementara PKS, akan mengajukan kader sendiri di Pilgub DKI Jakarta. Namun, harus melewati finalisasi ada di tangan Majelis Syuro.

"Ketiga, PKS akan berusaha mengajukan kadernya sendiri sebagai bukti keberhasilan kaderisasi parpol. Banyak (kader PKS untuk Pilgub DKI). Majelis Syuro yang memutuskan pada masanya nanti," kata Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera.

Mardani menyinggung soal politik dinasti yang tak layak di Indonesia menyangkut wacana dukungan parpol ke Gibran di Pilgub DKI. Kecuali, kata Mardani, calon tersebut memiliki rekam jejak yang menjanjikan.

"Keempat, politik dinasti bukan sesuatu yang layak dikembangkan di Indonesia. Kecuali dengan track record yang baik," imbuhnya.

NasDem

NasDem belum menentukan pilihan terkait Pilgub DKI. NasDem masih fokus verifikasi partai hingga pencalegan 2024.

"Kalau NasDem, sampai hari ini akan memberikan kesempatan kepada Gibran untuk kemudian menyelesaikan apa yang menjadi janji dia untuk diperlihatkan kepada masyarakat Indonesia tentang kinerjanya, tentang bagaimana Surakarta ke depannya," ucap Waketum NasDem, Ahmad Ali.

"Untuk bicarakan Pilgub DKI itukan masih jauh sekali, NasDem sampai hari ini belum tertarik bicara tentang pilkada yang akan datang, masih 4 tahun. Kami di internal partai lebih fokus untuk membangun konsolidasi internal untuk menghadapi verifikasi partai politik 2022, kemudian menyiapkan pencalegan 2024," sambungnya.

NasDem memilih menunggu kinerja Gibran. Dia khawatir wacana memboyong Gibran ke DKI justru membawa efek negatif buat Jokowi.

"Ketika dia memiliki prestasi yang memang patut kita pertimbangkan, kenapa nggak? Tapikan hari ini, maka saya katakan tadi bahwa Mas Gibran ini baru dilantik jangan dulu diganggu, jangan dulu, pada akhirnya nanti wacana-wacana itu justru memojokkan Bapak Presiden," imbuhnya.

PPP

PPP saat ini belum menyiapkan nama untuk Pilgub DKI. PPP masih fikus pada gelaran pemilu 2024.

"Belum (ancang-ancang nama di Pilgub DKI) kami fokus dulu Pemilu 2024," kata Ketua DPP PPP, Achmad Baidowi.

Menurut Awiek, Gibran patutnya tak diganggu dengan hal-hal yang politis. PPP memberi waktu untuk Gibran bekerja di Solo.

"Dan Mas Gibran kasih waktu dulu untuk bekerja memimpin Solo sebaiknya tidak diganggu dulu oleh hal politis. Apa lagi pilkada masih 2024, yang ditentukan oleh hasil Pemilu 2024," imbuhnya.

(Detik)
×
Berita Terbaru Update