Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan Lekkers

Jhoni Allen Tuduh SBY Tak Berdarah demi Partai, PD: Tinggal di Mars Kali!

Senin, 01 Maret 2021 | 13:09 WIB Last Updated 2021-03-01T06:36:01Z

Herzaky Mahendra Putra
JAKARTA (Kliik.id) - Politikus senior Partai Demokrat (PD) Jhoni Allen Marbun yang dipecat menyebut Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak sampai 'berdarah-darah' dalam membangun partai. PD balik menyindir Jhoni Allen Marbun.

"Kalau dibilang SBY tidak berdarah-darah membangun Partai Demokrat, mungkin yang bilang begitu tidak tinggal di planet Bumi. Tinggal di planet Mars kali," ujar Kepala Bakomstra PD, Herzaky Mahendra Putra, kepada wartawan, Senin (1/3/2021).

Menurut Herzaky, Jhoni Allen Marbun sedang memanipulasi sejarah. Ia membantah pernyataan Jhoni Allen yang menyebut SBY tidak sampai 'berkeringat' saat mendirikan PD.

"Ini namanya manipulasi sejarah kalau bilang nggak ada keringat Pak SBY mendirikan partai," ujarnya.

Herzaky kemudian menjelaskan awal mula terbentuknya gagasan PD. Menurutnya, gagasan awal PD dimulai saat SBY kalah dari Hamzah Haz saat hendak maju menjadi wapres pendamping presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.

"Gagasan membentuk partai ini dimulai ketika SBY kalah dari Hamzah Haz untuk menjadi calon wakil presiden Megawati Soekarnoputri dalam pemilihan di Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun 2001," katanya.

Akibat kejadian itu, politikus senior PD Ventje Rumangkang menyarankan SBY membentuk partai. Ventje Rumangkang, dikatakan Herzaky, menilai SBY banyak diinginkan masyarakat untuk menjadi pemimpin nasional.

"Bapak Ventje Rumangkang almarhum kemudian menyarankan SBY mendirikan partai. Bapak Ventje menyampaikan bahwa banyak orang yang menginginkan SBY menjadi pemimpin nasional, termasuk menjadi wakil presiden. Namun realitas politik tak memungkinkan lantaran SBY ketika itu tak mempunyai partai," jelasnya.

"Setelah berdiskusi dengan Ibu Ani, Bapak SBY kemudian mengamini usulan Ventje. SBY pula yang kemudian menciptakan nama, logo, bendera, mars, hingga manifesto politik Partai Demokrat. Partai ini pun didirikan pada 9 September 2001, mengambil tanggal yang sama dengan hari ulang tahun SBY pada tanggal 9 bulan sembilan. Begitu pula dengan pemilihan jumlah deklarator pendiri partai sebanyak 99 orang. Di antara deklarator itu, bahkan ada nama staf pribadi SBY," sambungnya.

Lebih lanjut Herzaky menyebut orang yang mengatakan SBY tidak berkeringat mendirikan partai sebagai orang yang tidak paham sejarah. Ia juga heran saat ini justru banyak orang mengaku sebagai deklarator PD.

"Ini kenyataan sejarah yang tidak bisa dipungkiri, kalau dibilang tidak ada keringat Pak SBY mendirikan partai, itu ketahuan orang yang tidak paham sejarah. SBY sendiri tak pernah mengklaim berdirinya Demokrat sebagai perjuangannya sendiri," ujarnya.

"Namun kami mengaku heran jika kini banyak deklarator atau pendiri partai yang merasa lebih besar dan berjasa mendirikan partai. Demokrat memang didirikan untuk menjadi kendaraan politik mendorong SBY menjadi calon presiden. Publik memilih Demokrat karena ingin Pak SBY punya kendaraan politik. Realita politik menyebutkan kalau tidak ada figur Pak SBY orang nggak akan memilih Partai Demokrat, enggak segitu angkanya," imbuhnya.

Jhoni Allen Marbun sebelumnya bicara panjang-lebar perihal fakta sejarah partai yang melibatkan nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Jhoni Allen Marbun bersaksi SBY tidak berdarah-darah memperjuangkan Partai Demokrat lolos Pemilu 2004.

Jhoni Allen Marbun mulanya menyinggung Partai Demokrat yang disebutnya dicap masyarakat sebagai partai dinasti keluarga. Menurut dia, fenomena partai seperti ini adalah yang pertama di Indonesia. Menurut Jhoni Allen, SBY telah mengingkari fakta sejarah lahirnya Partai Demokrat.

Fakta sejarah yang benar, kata Jhoni Allen, sejak PD diaktanotariskan oleh 99 pendiri di Jakarta, muncullah para pendiri partai tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Para pendiri partai inilah, kata dia, yang bahu-membahu berjuang meloloskan verifikasi KPU sehingga bisa ikut serta dalam Pemilu 2004, bukan SBY.

"Saya dan para pendiri beserta para senior partai adalah pelaku sejarah Partai Demokrat. Saya menyatakan bahwa di dalamnya perjuangan para kader dari Sabang sampai Merauke bersusah payah bekerja keras tidak mengenal lelah dan waktu untuk bekerja bersama-sama meloloskan Partai Demokrat pada verifikasi KPU sehingga menjadi peserta Pemilu 2004," kata Jhoni Allen dalam video berdurasi 09.25 menit seperti dilihat Senin (1/3/2021).

"Demi Tuhan saya bersaksi bahwa SBY tidak berkeringat sama sekali, apalagi berdarah-darah sebagaimana pernyataannya di berbagai kesempatan," tegas Jhoni Allen Marbun. (Detik)
×
Berita Terbaru Update