Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan Lekkers

Guru Ngaji di Aceh Ditikam Bertubi-tubi Pakai Sangkur, Darah Berceceran

Minggu, 07 Maret 2021 | 11:38 WIB Last Updated 2021-03-07T04:38:40Z
Jenazah korban saat dievakuasi
BANDA ACEH (Kliik.id) - Peristiwa pembunuhan sadis terhadap guru mengaji bernama Ramlah (35) sempat menggemparkan warga Gampong Lamjabat, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh.

Korban dibunuh oleh Putra Pratama (21), yang tak lain merupakan tetangganya sendiri. Menurut laporan, aksi keji tersebut berlangsung pada Jumat (5/3/2021) siang.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto mengatakan, korban dihabisi menggunakan senjata tajam jenis sangkur. Pelaku datang ke rumah korban, yang jaraknya hanya beberapa meter saja dari rumah pelaku.

Tanpa diketahui permasalahan yang jelas, dari rumahnya tersangka langsung masuk ke rumah Ramlah dan bertemu dengan Nafiz (14) anak korban dan sepupunya Alifah (12) yang kebetulan keduanya sedang bermain bersama di dalam rumah korban.

"Tersangka yang dilihat oleh korban Ramlah masuk ke rumahnya dengan membawa senjata tajam langsung berupaya untuk dicegah oleh korban dan sempat meminta kepada tersangka untuk tidak menggangu anaknya yang masih kecil," ujar Kombes Joko Krisdiyanto, Sabtu (6/3/2021).

Pelaku yang sudah gelap mata itupun langsung menyerang guru ngaji tersebut dan menikamkan sangkur ke tubuh Ramlah hingga korban bersimbah darah.

Pelaku yang sudah 'dikuasai syaitan' terus menyerang Ramlah, termasuk menikam anak korban bernama Nafiz dan Alifah yang ada di sana.

Anak korban Nafiz, terkena tikaman di leher kiri bagian belakang. Sementara Alifah alami luka tusukan di telinga kiri bagian belakang.

Tersangka yang begitu brutal terus menyerang Ramlah, hingga guru ngaji itupun berusaha keluar rumah dalam kondisi tubuh dipenuhi cucuran untuk menyelamatkan diri dan meminta pertolongan dari warga sekitar.

Pelaku Putra Pratama yang melihat korban ingin menyelamatkan diri, semakin mengejarnya dan menghujamkan tikaman sangkur tersebut.

Darah segar dari tubuh Ramlah pun berceceran di samping dan di halaman rumah hingga akhirnya guru ngaji tersebut tersungkur di jalan.

Korban yang sudah tersungkur di jalan masih dihujamkan tikaman oleh tersangka ke bagian punggung korban.

Warga yang melihat hal tersebut berusaha membantu korban membawanya ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) kawasan Blangpadang, Banda Aceh, termasuk menangkap korban yamg sempat diamuk massa.

"Korban Ramlah meninggal dunia dalam perjalananan menuju ke rumah sakit," kata Joko.

Pembunuhan sadis itu masih menimbulkan tanda tanya. Pasalnya, selama ini warga mengetahui antara pelaku dan korban yang masih ada hubungan saudara itu baik-baik saja.

Bahkan guru ngaji itu sering memberikan makanan kepada tersangka Putra. Lalu, kesehariannya pelaku juga terlihat normal, tidak ada prilaku atau gejala yang menunjukkan ada gangguan psikologis.

Sehingga ada dugaan pembunuhan sadis yang tega dilakukan oleh tersangka, termasuk menikam anak korban Nafiz dan Alifah, sepupunya ada dugaan tersangka Putra dalam pengaruh narkoba saat melancarkan aksi brutalnya itu.

"Hasil tes urinenya negatif," kata Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh AKP M Ryan.

Untuk motif penikaman yang berakibat meninggalnya korban, menurut Ryan, belum diketahui. Lalu, untuk sejumlah saksi-saksi sudah dimintai keterangannya.

"Kalau sudah ada titik terang, apa motif dari kasus ini, kami akan segera sampaikan kepada rekan-rekan media, termasuk bagaimana kronologis kejadiannya," pungkas AKP Ryan. (Tri/Rls)
×
Berita Terbaru Update