Notification

×

Iklan

Iklan

Diancam Video TikTok Disebar, Siswi SMA Ini Terpaksa Layani Nafsu Gurunya, Dicium dan Payudara Diremas

Kamis, 18 Maret 2021 | 12:33 WIB Last Updated 2021-03-18T08:26:42Z
Foto Ilustrasi
MADURA (Kliik.id) - Aksi pelecehan seksual dialami seorang siswi SMA swasta di Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Madura.

Siswi SMA bernama Bunga (bukan nama sebenarnya) ini dipaksa melayani nafsu gurunya berinisial M di koperasi sekolah, Rabu (10/3/2021).

Awalnya Bunga ketakutan dan terpaksa melayani hasrat gurunya itu karena pelaku mengancam akan menyebar video TikTok pribadi korban.

Guru berinisial M itu melampiaskan birahinya terhadap Bunga dengan cara mencium dan meremas payudara.

Tokoh masyarakat di Kecamatan Batuputih berinisial S, menjelaskan tentang perlakuan oknum guru yang memalukan tersebut.

"Anak ini menangis saat pulang sekolah, dan langsung ditanyakan oleh ibundanya. Korban mengaku jika dicium dan payudaranya diremas-remas oleh gurunya," ujar S kepada wartawan.

Mendengar penjelasan anaknya, orang tua tidak terima dengan perlakuan oknum guru tersebut. Karena tidak terima, orang tuanya berusaha mengklarifikasi kepada pihak sekolah. Namun, klarifikasi itu tidak membuahkan hasil yang memuaskan.

Akhirnya, ibunda korban melaporkan kasus dugaan pelecehan ini ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sumenep dengan nomor: LP-B/67/III/RES.1.8./2021/RESKRIM/SPKT Polres Sumenep, tertanggal 15 Maret 2021.

Dalam bukti laporannya, pelecehan yang dialami Bunga terjadi Rabu (10/3/2021) sekitar pukul 10.00 WIB. Waktu itu, korban dipanggil oleh oknum guru M dan menunjukkan sebuah video TikTok yang dibuat korban.

Sang guru mengancam tidak akan diluluskan dan videonya akan disebar jika tidak mau mengikuti kemauan oknum guru tersebut.

Kemudian, Bunga langsung dicium dan payudaranya diremas-remas. Setelah itu, korban keluar dari ruang koperasi sekolah dan kembali masuk kelas.

Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti Sutioningtyas membenarkan laporan tersebut.

"Akan masuk pada tahap gelar perkara," ujar Widiarti dikonfirmasi, Kamis (18/3/2021). (Rls)
×
Berita Terbaru Update