Notification

×

Iklan

Iklan

Banner Iklan Lekkers

Marzuki Alie Bantah Berharap Disapa AHY: Saya Ini Senior Dia

Jumat, 05 Februari 2021 | 13:23 WIB Last Updated 2021-02-05T07:29:01Z
Marzuki Alie
JAKARTA (Kliik.id) - Partai Demokrat (PD) menilai kritik Marzuki Alie terhadap Ketua Umum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai harapan agar AHY menyapa eks Sekjen PD itu.

Menanggapi kritik itu, Marzuki Alie meminta AHY menunjukkan sikap kesantunan yang diajarkan oleh Ketua Majelis Tinggi PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Marzuki Alie sebelumnya melontarkan kritik mulai adanya biaya politik calon kepala daerah dari Partai Demokrat hingga kurangnya komunikasi Agus Harimurti Yudhoyono terhadap senior Partai Demokrat.

"Saya, dia itu anak muda. Anak muda itu biar santun. Pak SBY itu ajarkan kesantunan loh. Ajarkan kesantunan, kecerdasan. Itu ajaran Pak SBY, tunjukkanlah. Dia itu adalah darahnya SBY, ideologisnya SBY, tunjukkan. Jangan menunjukkan arogansi," ujar Marzuki Alie saat dihubungi wartawan, Jumat (5/2/2021).

Marzuki Alie mengaku tidak pernah ingin disapa oleh AHY. Namun Marzuki Ali meminta AHY mengklarifikasi langsung mengenai isu kudeta PD yang diduga melibatkan dirinya.

"Misalnya ada kasus ini, saya bukan minta disapa, diklarifikasi. Saya bisa ditelepon kok. (AHY) sebagai Ketua Umum bisa telepon saya. Saya ini kan senior dia. Bukan minta disapa apa nggak. Saya nggak ada urusan. Dia teleponlah, 'Pak Marzuki ini ada informasi begini, ini gimana kira-kira'," ucapnya.

Ketua DPR RI periode 2009-2014 itu juga menepis kritik yang menyebut politikus senior PD kurang legowo karena saat ini partai dipimpin anak muda.

Marzuki Alie kemudian menjelaskan alasannya mengkritik AHY karena merasa dirinya telah difitnah terkait isu kudeta PD.

"Saya ini sudah jabatan tertinggi di politik kok, Ketua DPR, mau apa lagi saya. Memang sudah saatnya orang muda mimpin. Tetapi jangan memfitnah. Memfitnah itu nggak baik. Misalnya dia sebut, 'Ini ada usaha apa, ya, menggulingkanlah kepemimpinan AHY, pihak luar bla-bla-bla.... Ini difasilitasi oleh orang dalam. Orang dalam ini masih kita selidiki. Kita akan pastikan siapa nanti, kita akan tindak dengan tegas'. Begitu kalimatnya. Jangan menuduh. Orang nggak ngerti apa-apa," tegasnya.

Lebih lanjut Marzuki Alie menegaskan saat ini ia sudah memiliki banyak urusan lain dibandingkan mengurus internal PD. Ia pun menepis pernyataan yang menyebut dirinya selaku politikus senior PD tidak legowo.

"Kegiatan saya banyak loh yang lebih manfaat daripada saya di politik. Saya rektor, ngurusin pendidikan dari TK sampai sekolah tinggi, pesantren. Saya membangun ekonomi pesantren seluruh republik Indonesia, mulai Jawa Timur. Apa yang mau saya irikan? Kerjaan saya banyak. Saya dihargai di mana-mana kok, daripada di partai saya tidak diterima di banyak kelompok," ujarnya.

Selain itu, Marzuki Alie menepis kritik PD yang menyebut dirinya masih menggunakan dan terbawa gaya lama. Ia pun menekankan pentingnya komunikasi.

"Apa yang gaya lama, apa yang gaya baru? Saya ini orang pendidikan loh. Saya mengerti teori-teori modern. Saya ini pendidikan. Saya ini jauh lebih mengerti, baik secara teori juga pengalaman praktik. Saya memimpin perusahaan saya, organisasi besar. Apa yang nggak ngerti. Gaya lama, gaya apa? Komunikasi itu bagus. Gaya lama, gaya baru, komunikasi itu penting, apalagi urusan publik, kemampuan komunikasi itu menentukan," ucapnya.

Diketahui, Marzuki Alie melontarkan kritik tajam terhadap Ketum AHY dan SBY. Kritik itu mulai dari Pilkada 2020, kaderisasi, partai hingga kapabilitas AHY.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PD Andi Arief membalas kritik Marzuki Alie dengan kritikan. Ia menyebut Marzuki Alie bagian dari senior Demokrat yang kurang legowo.

"Hampir semua kritik intinya berharap disapa AHY. Para senior ini masih kurang legowo dipimpin anak muda. Tapi itu wajar, namanya sisa-sisa feodalisme," kata Andi Arief kepada wartawan, Jumat (5/2/2021). (Detik)
×
Berita Terbaru Update