Notification

×

Iklan

Iklan

Kenal Wanita Lewat Aplikasi MiChat, Pria Ini Niat Kencan di Hotel, Nasibnya Malah Naas Begini

Kamis, 18 Februari 2021 | 23:04 WIB Last Updated 2021-02-18T16:04:19Z
Tiga pelaku diamankan di Polsek Medan Baru
MEDAN (Kliik.id) - Nasib sial dialami seorang pria di Kota Medan. Ia menjadi korban pemerasan saat kencan dengan wanita di sebuah hotel di Medan Baru. Awalnya, korban berkenalan dengan seorang gadis lewat aplikasi MiChat atas nama Clarisa.

Melihat foto Clarisa yang terpasang di aplikasi tersebut, korban merasa tertarik. Setelah chatting-an, keduanya sepakat untuk kencan di sebuah hotel kelas melati kawasan Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Medan.

Alih-alih bisa intim dengan wanita idamannya tersebut, korban justru diperas hingga mengalami kerugian Rp 3,6 juta.

Kejadian terjadi pada Sabtu 13 Februari 2021 sekitar pukul 13.30 WIB.

Pelaku bernama Raudatul Hadawiah Nasution alias Bunga (25) bersama tiga teman prianya serta seorang wanita bernama Lia (DPO), berhasil memeras uang dan mengambil kalung emas milik korban.

Tiga orang pelaku yang diamankan, yakni Raudatul Hadawiah Nasution alias Bunga (25) warga Jalan Sei Pelita Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Deliserdang, Muhammad Syafril Arif Sani (21) warga Jalan Klambir V Gang Sedayu Ujung, dan Sumando Pardede alias Botak (21) warga Jalan Gajah Mada, Medan.

"Pertama sekali korban melakukan chattingan melalui aplikasi Michat kepada pemilik aplikasi atas nama Clarisa. Setelah itu pelaku menyuruh korban untuk datang dan bertemu di hotel kamar No 26 yang berada di Jalan KH Wahid Hasyim," ujar Kanit Reskrim Polsek Medan Baru Iptu Irwansyah Sitorus kepada wartawan, Kamis (18/2/2021).

Korban pun datang dan masuk ke dalam kamar hotel yang sudah disepakati Sesampainya di dalam kamar, ternyata orang yang ada di dalam kamar tidak sama dengan foto pemilik aplikasi Michat atas nama Clarisa tersebut.

"Karena orang yang ditemui korban di dalam kamar tidak sesuai dengan foto di aplikasi Michat atas nama Clarisa tersebut, akhirnya korban membatalkan pernjanjian tersebut," kata Irwansyah.

Permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh Bunga dan Lia (DPO). Kedua perempuan itu memaksa korban untuk memberikan uang pembatalan sebesar Rp.500 ribu.

"Namun karena korban tidak mau akhirnya terjadi percekcokan antara korban dengan pelaku Lia dan Bunga di kamar tersebut," jelasnya.

Lalu, pelaku Bunga melakukan kekerasan dengan meninju dan menendang korban, sedangkan Lia merampas handphone milik korban. Kemudian datang teman pelaku bernama Arif Sani, Botak, dan Sandi (DPO) ke kamar tersebut.

"Arif Sani dan Botak melakukan kekerasan terhadap korban, sedangkan Sandi berjaga-jaga di pintu dan mengancam pelaku. Akhirnya korban menyeahkan uang sebesar Rp.400.000 kepada pelaku," ucap Irwansyah.

Namun, para pelaku tetap melakukan kekerasan kepada korban. Bunga langsung merampas sebuah kalung emas milik korban dari lehernya.

"Setelah mengambil kalung emas tersebut pelaku langsung pergi. Sedangkan korban masih disekap di kamar bersama pelaku yang lain. Tidak berapa lama pelaku bunga datang dan sudah membawa uang sebesar Rp 2 juta hasil dari menjualkan kalung emas korban," ucapnya.

Irwansyah menjelaskan, setelah itu pelaku Bunga mengembalikan uang sebesar Rp 250 ribu dan handphone kepada korban. Korban lantas diperbolehkan pulang.

"Setelah korban pulang, para pelaku Bunga, Lia, Sandi, Botak dan Arif Sani pergi ke Lapangan Gajah mada dan membagikan uang hasil penjualan kalung emas milik korban," katanya.

Kemudian, Bunga, Lia, Sandi, dan Botak pergi, sedangkan Arif Sani kembali ke hotel. Saat duduk-duduk di depan hotel, tidak berapa lama keluarga korban datang dan menemui Arif Sani.

Personel Polsek Medan kemudian datang ke hotel dan mengamankan pelaku. Polisi juga mengamankan uang hasil penjualan kalung emas korban sebesar Rp 700.000 dari pelaku Arif Sani.

"Pelaku dan barang bukti dibawa ke Polsek Medan Baru. Masih ada dua pelaku lagi yang buron yaitu Lia dan Sandi," tutupnya. (Rls)
×
Berita Terbaru Update