Notification

×

Iklan

Iklan

Diperiksa Bareskrim di Kasus 'Islam Arogan', Abu Janda Dicecar 50 Pertanyaan

Senin, 01 Februari 2021 | 21:30 WIB Last Updated 2021-02-01T15:00:07Z
Permadi Arya alias Abu Janda selesai menjalani pemeriksaan di Bareskrim soal kasus 'Islam arogan'. (Foto: detik.com)
JAKARTA (Kliik.id) - Permadi Arya alias Abu Janda telah selesai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri terkait cuitan 'Islam Arogan'. Abu Janda mengaku dicecar 50 pertanyaan oleh penyidik.

"Saya diperiksa sudah 12 jam. Pertanyaan sudah 50 pertanyaan," kata Abu Janda di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (1/2/2021).

Abu Janda mengaku menjelaskan kepada penyidik bahwa cuitan 'Islam Arogan' ditujukan untuk membalas unggahan Ustaz Tengku Zul di Twitter. Abu Janda menilai cuitan Ustad Tengku Zul provokatif.

"Jadi saya sudah jelaskan ke bapak penyidik tadi bahwasanya yang twit saya yang bikin rame adalah twit jawaban saya kepada Ustaz Teuku Zul. Jadi twit yang saya tujukan ke Ustaz Tengku Zul," tutur Abu Janda.

"Ketika saya mengatakan arogan, itu karena saya merespons twit provokatif Tengku Zul yang mengatakan bahwa minoritas di negeri ini arogan ke mayoritas. Di situlah keluar kata arogan itu," imbuhnya.

Abu Janda juga menyebut Islam Arogan yang dia maksud adalah aliran Islam tradisional yang dianut Tengku Zul. Dia mengaku menjelaskan hal itu ke penyidik.

"Dan selanjutnya ketika saya mengatakan Islam sebagai negara yang datang dari Arab, itu saya tujukan ke ustad Tengku Zul. Pembicaraan saya dengan Ustadz Zul yang dimaksud adalah Islamnya si Ustadz Teuku Zul itu, aliran yang datang dari Arab Islam tradisional itu. Jadi saya sudah jelaskan itu," terangnya.

Abu Janda menuding ada orang yang men-screenshot cuitannya untuk Tengku Zul tidak secara utuh. Menurutnya, karena di-screenshot tidak utuh, cuitannya dianggap memiliki arti buruk tentang Islam.

"Ya karena balik lagi itu, twit saya tersebut ada di komentar Ustaz Tengku Zul, jadi nggak di timeline. Lalu ada yang mampir di kolom komentar men-screenshot dan memotong bagian twit Ustaz Teuku Zul. Akhirnya membuat twit aku menjadi tidak memiliki konteks, seolah-olah aku memiliki niat buruk berkomentar tentang Islam atau mengenaralisir seluruh Islam seperti itu. Padahal itu twit yang saya tujukan khusus untuk Ustaz Teuku Zul. Itu kesalahpahaman yang pengin saya luruskan," papar Abu Janda.

Seperti diketahui, cuitan 'Islam arogan' ini muncul ketika Abu Janda berbalas cuitan dengan Tengku Zul. Akun Twitter @ustadtengkuzul mulanya mem-posting unggahan soal kaum minoritas yang arogan terhadap kaum mayoritas di Negara Afrika.

Akun tersebut juga menyebut jika kini ulama dan Islam dihina di NKRI. Cuitan tersebut diunggah pada Minggu (24/1/2021).

"Dulu minoritas arogan terhadap mayoritas di Afrika Selatan selama ratusan tahun, Apertheid. Akhirnya tumbang juga. Di mana-mana negara normal tidak boleh mayoritas arogan terhadap minoritas. Apalagi jika yang arogan minoritas. Ngeri melihat betapa kini Ulama dan Islam dihina di NKRI," cuit akun @ustadtengkuzul seperti dilihat detikcom, Sabtu (30/1/2021).

Cuitan tersebut kemudian dibalas oleh Abu Janda. Dalam akun Twitter-nya, @permadiaktivis1, Abu Janda menyebut yang arogan adalah Islam yang dibawa dari Arab yang kemudian mengharamkan budaya asli dan kearifan lokal yang ada di Indonesia.

"Yang arogan di Indonesia itu adalah Islam sebagai agama pendatang dari Arab kepada budaya asli kearifan lokal. Haram-haramkan sedekah ritual laut sampai kebaya diharamkan dengan alasan aurat," kata Abu Janda membalas cuitan @ustadtengkuzul.

"Ritual tradisi asli dibubarin alasan syirik, pake kebaya dibilang murtad, wayang kulit diharamin.. dan masih banyak lagi upaya penggerusan pemusnahan budaya lokal dengan alasan syariat.. kurang bukti apalagi islam memang arogan terhadap kearifan lokal?," lanjutnya membalas cuitan @ustadtengkuzul.

Atas cuitan itu, Abu Janda pun dilaporkan. Laporan tersebut bernomor LP/B/0056/I/2021 tertanggal 29 Januari 2021. Abu Janda dilaporkan atas tindak pidana kebencian atau permusuhan individu dan atau antargolongan (SARA) UU No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2006 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 28 ayat (2) tentang Penistaan Agama, UU No 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 156A. (Detik)
×
Berita Terbaru Update