Notification

×

Iklan

Iklan

Redam COVID-19, Bangkok Tutup Bar, Kelab Malam, dan Restoran

Sabtu, 02 Januari 2021 | 15:37 WIB Last Updated 2021-01-02T08:37:59Z
Ilustrasi bar di Bangkok (AP/Gemunu Amarasinghe)
BANGKOK (Kliik.id) - Bangkok menutup bar, kelab malam, dan restoran. Itu sebagai upaya untuk memutus penularan virus Corona setelah muncul klaster baru.

Thailand melaporkan adanya lonjakan kasus virus Corona menjadi lebih dari 7.300 per hari ini. Laporan tersebut menunjukkan Thailand tengah menghadapi gelombang kedua COVID-19 setelah sempat lolos dari situasi terburuk akibat Corona. Saat itu, pada bulan November 2020, angka kasus Corona di Thailand di bawah 4.000.

Tetapi, malah muncul wabah bulan lalu di pasar makanan laut besar-besaran dengan infeksi terdeteksi di 53 dari 73 provinsi. Pada hari Sabtu, beban kasus melonjak menjadi lebih dari 7.300.

Di Bangkok, dengan telah terdeteksi lebih dari 2.600 kasus aktif, otoritas kota bertindak cepat dan mengumumkan lockdown (penguncian) parsial mulai Sabtu (2/1/2020).

Bar dan klub malam, stadion tinju, arena sabung ayam, dan panti pijat - serta salon kecantikan dan pusat kebugaran - menjadi beberapa di antara banyak bisnis yang terpengaruh.

Bangkok juga mengumumkan bahwa sekolah umum akan ditutup selama dua minggu. Selain itu, Bangkok membangun lebih dari selusin pos pemeriksaan virus.

"Kami tidak ingin mengambil tindakan ekstrim seperti lockdown total dan memberlakukan jam malam, tapi kami membutuhkan resep jitu untuk mencegah lonjakan baru," kata Taweesin Visanuyothin, juru bicara satuan tugas COVID-19 Thailand, seperti dikutip AFP.

Pembatasan dan penutupan nasional juga berpotensi diterapkan mulai 4 Januari hingga 1 Februari. Itu untuk memberikan "masa tenggang" selama dua hari bagi pemilik bisnis untuk bersiap.

Pihak berwenang sih belum secara resmi mengumumkan kemunculan baru virus Corona ini sebagai "gelombang kedua".

Keputusan lockdown parsial itu direspons beragam oleh netizen. Di antaranya menyebut pemilik bisnis menyatakan frustrasi.

"Saya mematuhi aturan dengan ketat, namun sekarang saya harus menutup bisnis saya sementara ada banyak orang yang berebut naik skytrain setiap hari," tulis Aksika Chantarawinji, pemilik spa, di laman Facebook resmi Gubernur Bangkok.

Perekonomian Thailand terpukul parah oleh virus Corona dan termasuk yang paling parah terkena dampak di Asia Tenggara karena ketergantungannya pada pariwisata dan ekspor. (Detik)
×
Berita Terbaru Update