Notification

×

Iklan

Iklan

Kepsek SD di Simalungun Diduga Cabuli Siswinya, Awalnya Korban Diajak Berdamai Rp 300 Juta

Jumat, 29 Januari 2021 | 16:42 WIB Last Updated 2021-01-29T10:13:14Z
Foto ilustrasi
SIMALUNGUN (Kliik.id) - Dunia pendidikan di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, diterpa isu tak sedap. Beredar informasi, seorang oknum kepala sekolah dasar negeri berinisial A melakukan pencabulan terhadap siswinya.

Informasi yang dihimpun, Jumat (29/1/2021), kejadian ini terjadi di sekolah SD Negeri Pardamean Nauli, Nagori Marubun Bayu, Kecamatan Tanah Jawa.

Kasus ini pun menjadi buah bibir di kalangan masyarakat, karena tidak berproses di Kepolisian.

Saat ini, sekolah tak melakukan kegiatan belajar mengajar. Ada beberapa rumah dinas di kawasan sekolah, yang berbatasan langsung dengan perkebunan kelapa sawit tersebut.

"Saya baru dengar informasi itu dari warga, media dan LSM di sini. Memang benar kepsek dan siswi itu disini. Setelah kabar (pencabulan) itu, Pak Kepsek pun, nomornya udah ganti," ujar salah satu guru di sekolah itu.

Guru perempuan yang takut menyebutkan namanya ini menyampaikan, sejak informasi tersebut tersiar, baik kepsek dan sang siswi sudah tak terlihat lagi.

Belakangan diketahuinya, siswi kelas 6 itu sudah tak pernah lagi ke sekolah untuk mengambil soal-soal untuk belajar di rumah.

"Siswi itu merupakan orang luar kampung. Tetapi sebelumnya sempat tinggal di Nagori (sekitar sekolah) bersama dengan kakek dan neneknya. Dia sekarang tinggal dengan ibunya. Ibunya menikah lagi," ungkapnya.

Disinggung pengetahuannya tentang kasus pencabulan yang dilakukan atasannya kepada anak peserta didik itu, guru mengaku telah terjadi perdamaian.

"Kalau dari cerita orang sini, udah ada perdamaian. Di media yang saya baca juga ada perdamaian. Katanya sempat mau berdamai Rp 300 juta, terus turun entah berapa angkanya," ujar guru tersebut.

Awalnya, ia sangat terkejut bahwa sekolahnya mendapat kabar tak sedap tersebut. Bahkan rumah kepala sekolah yang ditempati saat ini dilempari batu oleh warga yang menolak kehadiran kepala sekolah 'cabul' di kampungnya.

"Saya nggak nyangka juga, Kepsek kami ini sarjana agama. Dia ini orangnya super baik. Rajin ke masjid dan memberi ceramah. Sering bilang ke kami 'hidup ini, apa yang dibuat itu yang dituai' untuk jadi nasihat," katanya.

Kanit PPA Polres Simalungun Ipda Fritsel Sitohang menyampaikan, pihaknya masih mendengar dugaan kasus pencabulan ini dari luar.

"Pada awalnya kita menerima informasi ini dari luar. Tapi dari yang mengalami masih belum, makanya akan kita lakukan pemanggilan pada keluarga dan korban," ujar Fritsel.

Meski nantinya benar telah terjadi perdamaian, kata Fritsel, proses hukum terhadap pelaku akan dilaksanakan. Namun ia tak ingin berspekulasi lantaran masih melakukan pemanggilan. (Rls)
×
Berita Terbaru Update